MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR
Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat
 
koleksi hobiis
profil hobiis
online store  
 

 

   

 

 
KUALITAS AIR

Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu  Dengan demikian, kualitas air akan berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain, sebagai contoh: kualitas air untuk keperluan irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum.

Dalam lingkup akuarium, kualitas air secara umum mengacu pada kandungan polutan atau cemaran yang terkandung dalam air dalam kaitannya untuk menunjang kehidupan ikan dan kondisi ekosistem yang memadai.

Air yang jernih bukan berarti air yang baik bagi ikan, karena jernih bukan satu-satunya sarat air berkualitas bagi ikan.  Sering dijumpai ikan hidup dan berkembang dengan "subur" justru pada air yang bagi manusia menimbulkan kesan jorok.

Ikan hidup dalam lingkungan air dan melakukan interaksi aktif antara keduanya. Ikan-air boleh dikatakan sebagai suatu sistem terbuka dimana terjadi pertukaran materi (dan energi), seperti oksigen (O2), karbon dioksida (CO2), garam-garaman, dan bahan buangan.  Pertukaran materi ini terjadi pada antarmuka (Interface) ikan-air pada bahan berupa membran semipermeabel yang terdapat pada ikan.  Kehadiran bahan-bahan tertentu dalam jumlah tertentu akan mengganggu mekanisme kerja dari membran tersebut, sehingga ikan pada akhirnya akan terganggu dan bisa tewas.

Ikan telah berevolusi selama jutaan tahun pada kondisi lingkungan yang stabil. Oleh karena itu, dalam lingkungan alamiahnya mereka tidak perlu beradaptasi dengan berbagai perubahan drastis yang terjadi.  Bahkan kondisi lingkungan mereka memiliki mekanisme tertentu untuk menjaga terjadinya perubahan mendadak.  Sedangkan pada lingkungan akuarium, sebagai sebuah sistem tertutup, perubahan mandadak dan drastis terhadap parameter air kerap terjadi (seperti suhu, pH, kandungan amonia dll), sehingga akan menyebabkan ikan stres dan tidak jarang menyebabkan kematian.

Lima syarat utama kualitas air bagi kehidupan ikan adalah:

  • Rendah kadar amonia dan nitrit
  • Bersih secara kimiawi 
  • Memiliki pH, kesadahan, dan temperatur yang sesuai
  • Rendah kadar cemaran organik, dan 
  • Stabil

Apabila persyaratan tersebut diatas dapat dijaga dan dipelihara dengan baik, maka ikan yang dipelihara akan mampu mememilhara dirinya sendiri, terbebas dari berbagai penyakit, dan dapat berkembang biak dengan baik.

 
Table 1.
Kisaran Normal Kualitas Air untuk Akuarium Air Tawar
Amonia <0.012 ppm
Nitrit <0.2 ppm
Karbon dioksida 0 - 10 ppm
Oksigen 3 ppm
pH< 6.5 - 9.0 ppm
KH (CaCO3) >20 ppm
GH (CaCO3) >20 ppm
 
Beberapa Bahan Cemaran

Cemaran pada air akuarium bisa berasal dari berbagai sumber, yaitu; berasal dari sumber air yang digunakan, dari lapukan dekorasi asesori akuarium, cat, lem dll, dan juga berasal dari binatang dan tanaman akuarium itu sendiri.

Beberapa bahan cemaran yang biasa dijumpai pada sumber air adalah:

  • Tembaga (copper): bahan ini biasa berasal dari pelapukan pipa air minum atau bisa juga berasal dari kontaminan alamiah.
  • Nitrat atau fosfat: kedua bahan ini pada umumnya berasal dari "bocoran" kegiatan pemupukan pada pertanian intensif yang kemudian mencemari sumber-sumber air setempat.
  • Klorin: pada air minum bahan ini biasa ditambahkan sebagai pembunuh bakteri
  • Kloramin : biasa ditambahkan pada proses pemurnian air minum
  • Pestisida : biasanya merupakan residu kegiatan pertanian intensif yang sering menggunakan pestisida untuk membasmi hama dan penyakit tanaman.

Selain cemaran diatas,  sering dijumpai bahan-bahan terlarut yang berasal dari hasil pelapukan batuan yang dilewati oleh air dalam perjalanannya.  Bahan yang terkandung akan sangat tergantung pada kondisi geologi daerah yang bersangkutan.  Berapa unsur yang mungkin dijumpai adalah kalsium (Ca), magnesium (Mg), natrium (Na), dan logam-logam berat, seperti besi (Fe), aluminium(Al), mangan (Mn) , seng (Zn), tembaga (Cu), dan timah hitam (Pb).  Ca dan Mg dalam lingkup akuarium tercermin pada kondisi kesadahan, sedangkan Na tercermin pada salinitas.

Kadar logam berat tinggi diketahui dapat merusak jaringan ikan sehingga menyebabkan kematian.  Meskipun demikian kebanyakan kasus akibat logam berat justru terjadi pada ingkat  kontaminasi logam berat  rendah.  Kadar  logam berat dapat mempengaruhi berbagai perilaku ikan, seperti perilaku berenang, makan dan kawin.

Urutan tingkat racun bebagai logam berat terhdap ikan adalah: Hg>Cu>Pb>Cd>Al>Zn>Ni>Cr>Co>Mn, sedangkan  kadar standar baku mutu logam berat bagi ikan adalah (dalam ppm):

Cadmium (Cd)  : 0.01
Chromium (Cr)  : 0.05
Tembaga (Cu)  : 0.02
Timah hitam (Pb)  : 0.1
Air raksa (Hg)  : 0.01
Seng (Zn)  : 0.1

  

 

Kecuali disebutkan dengan jelas, seluruh tulisan, gambar, ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish.com