MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR
Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat
 
koleksi hobiis
profil hobiis
online store  
 

 

   

 

::O-Fish: Algae, Permasalahan dan Penanggulangannya
 
PENCAHAYAAN

Sebagai pangantar kedalam diskusi faktor-faktor teknis pencahayaan akuarium, tidak ada salahnya dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan pencahayaan akuarium terlebih dahulu, khususnya untuk akuarium air tawar dengan penekanan pada akuarium tanaman.

Beberapa terminologi pencahayaan sering ditemukan apabila kita menyinggung pencahayaan sebuah akuarium. Faktor yang sering ditanyakan diantaranya adalah berapa jumlah cahaya yang diperlukan, apa yang disebut dengan faktor cahaya, lux dan sebagainya. Berikut adalah bahasan ringkas mengenai hal-hal tersebut. Semoga uraian ini akan dapat menambah pengetahuan para hobiis mengenai pencahayaan akuarium.

 
Kebutuhan Cahaya

Cahaya diperlukan untuk dua hal dalam suatu akuarium, yaitu; untuk penerangan agar ikan dan panorama akuarium dapat dilihat dengan jelas, dan sebagai sumber energi bagi penghuni akuarium terutama tanaman air. Pada dasarnya sebuah akuarium memerlukan lampu day light,yaitu jenis lampu yang dibuat untuk meniru sinar matahari pada tengah hari. Jenis lampu demikian akan mampu memantulkan warna asli sebuat benda seperti apabila mereka dilihat langsung dibawah sinar matahari pada tengah hari.

Kebutuhan cahaya untuk sebuah akuarium ikan saja dan sebuah akuarium tanaman akan berbeda. Sebagai contoh akuarium ikan saja dapat diberi sinar selama 8 – 10 jam, sedangkan sebuah akuarium tanaman perlu disinari 12 – 14 jam. Lama penyinaran yang lebih panjang secara umum tidak akan membahayakan ikan, tapi lama penyinaran yang lebih pendek akan dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Pemilihan lampu dengan intensitas lebih tinggi, tapi dinyalakan dengan waktu lebih pendek, tidak akan lebih baik dibandingkan dengan lampu dengan jumlah cahaya yang tepat yang dinyalakan dengan waktu yang sesuai. Pemberian cahaya dengan waktu lebih panjang atau dengan menggunakan lampu berintensitas tinggi cenderung akan memicu pertumbuhan alga dalam sebuah akuarium. Oleh karena itu, sering sekali, masalah alga dalam sebuah akuarium, apabila disebabkan kerena waktu pencahyaan lebih lama, dapat di atasi dengan memperpendek pencahayaan pada selang waktu tertentu. .Lama penyinaran sendiri dapat diatur dengan menggunanakan pengatur waktu (timer) elektronik yang tersedia di toko-toko peralatan akuarium atau di toko elektronik setempat.

 
Faktor Cahaya

Pemilihan intensitas lampu untuk keperluan tanaman air akan tergantung pada jenis tanaman yang ditanam, ukuran akuarium, jenis lampu dan posisi akuarium tersebut. Sebagai contoh, sebuah akuarium berukuran 80 liter dengan letak jauh dari jendela dan ditanami dengan tanaman dengan pertumbuhan cepat, dapat dipasang lampu tabung fluorescence dengan patokan 1 watt per dua liter air. Dalam contoh ini bisa dipilih sebuah lampu TL 20 watt. Akan tetapi pemilihan lampu ini bisa tidak tepat untuk akuarium 80 liter, karena panjang lampu tersebut bisa lebih panjang dari sisi terpanjang akuarium. Untuk itu pemilahan lampu dangan daya 10 watt sebanyak 2 buah atau dengan daya 13 watt sebanyak 2 buah, akan merupakan pilihan yang lebih baik. Hal ini juga akan memberikan keuntunan lain karena lampu akan terposisikan secara berdampingan sehingga sebaran cahaya akan lebih merata dibandingan dengan hanya memilih sebuah lampu berdaya 20 watt yang diletakkan ditengah.

Pemililah lampu dengan daya sedikit lebih tinggi daripada seharusnya, akan lebih baik dibandingkan dengan memilih lampu dengan daya lebih rendah. Daya ini sendiri akan berkurang nantinya setelah berjalannya waktu, atau bertambahnya umur atau penggunaan lampu tersebut

 
Lux

Isitilah ini sering muncul dalam keterangan mengenai pencahyaan akuarium. Lux merupakan terminologi untuk menyatakan jumlah sinar yang diterima oleh sebuah objek seluas 3 kaki persegi pada jarak 1 yard oleh sebuah sumber sinar dengan daya 1 watt.

Pada daerah tropis seperti Indonesia, sinar yang diterima pada tengah hari tidak berawan kurang lebih 100 000 lux. Sedangkan pada daerah naungan bisa menurun hingga hanya 10 000 lux. Untuk benda-benda di dalam air, tergantung pada tingkat kekeruhan air dan kedalammnya, sinar yang diterima berkisar antara 50 sampai 5000 lux.

Berdasarkan jumlah sinar atau lux ini, beberapa jenis tanaman air diketahui memiliki jumlah kebutuhan yang berbeda. Tanaman terapung misalnya mempunyai kebutuhan sinar lebih dari 2000 lux. Eichornia, Salvinia, Nuphar, Valliseneria gigantica, dan tanaman lili air lainnya memerlukan cahaya lebih besar dari 2000 lux. Tanaman yang tumbuh dikedalaman sedang memerlukan pencahayaan 800 – 1800 lux, sedangkan Cryptocoryne dan tanaman dengan pertumbuhan lambat lainnya memerlukan sinar minimal 100 lux atau optimal 250 – 300 lux.

 
Mengukur Cahaya

Sinar atau cahaya dapat diukur dengan alat pengukur cahaya atau lux meter. Meskipun demikian alat ini biasanya harganya sangat mahal sehingga hanya para professional yang sering menggunakannya. Alternatif lain untuk mengukur cahaya adalah dengan menggunakan light meter yang digunakan dalam fotografi, atau anda bisa menggunakan kamera foto anda sebagai alat pengukur sinar di akuarium anda. Tabel yang diambil dari Baensch (1998) dibawah ini kurang lebih bisa dijadikan sebagai bantuan mengukur sinar dengan menggunakan kamera foto:

 
Tabel 1. Tabel Lux Pencahayaan
Lux
Shutter
Waktu (d)
Skala Lunasix
Nilai Cahaya pada 18°DIN ASA 50
Kesesuaian Cahaya
19
2.8
2
8
2
Cahaya terlalu lemah
38
2.8
1
9
3
75
2.8
1/2
10
4
Cryptocoryne dan tanaman lain dengan keperluan cahaya rendah atau tanaman yang mudah beradapatasi
150
2.8
1/4
11
5
300
2.8
1/8
12
6
Tanaman dengan posisi tengah, atau tanaman dengan kebutuhan cahaya terbatas
600
2.8
1/15
13
7
1200
2.8
1/30
14
8
2400
2.8
1/60
15
9
Tanaman Permukaan (terapung)
4800
2.8
1/125
16
10
9500
2.8
1/250
17
11
Tanaman di habitat asli
19000
4.0
1/250
18
12
38000
5.6
1/250
19
13
75000
8
1/250
20
14
Sinar Matahari terik
 
Cara pengukuran dengan Kamera

Untuk melakukan pengukuran cahaya dengan kamera diperlukan sebuah kamera foto yang dilengkapi dengan lightmeter, indikasi bukaan, dan kecepatan. Untuk mengukur berapa sinar yang sampai pada suatu area didalam akuarium anda, letakkan sebuah cermin pada lokasi tersebut. Kemudian bidik dengan kamera. Set bukaan diafragma pada 2.8 kemudian baca berapa kecepatan yang diperlukan kamera terebut untuk merekam sebuah gambar yang memadai. Selanjutnya masukan kedalam tabel dan lihat berapa lux-nya. Apabila anda menggunakan cara cermin ini anda perlu membagi nilai lux dengan akan 2, sebagai faktor koreksi.

Selain dengan menggunakan cermin anda bisa melakukan pembidikan langsung kesumber cahaya akuarium anda dari sisi luar akuarium. Hal ini bisa dilakukan dari berbagai kedalaman. Dengan cara ini, hasil yang diperoleh tidak perlu dikoreksi seperti halnya pada cara dengan menggunakan cermin.

  

 

Kecuali disebutkan dengan jelas, seluruh tulisan, gambar, ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish.com