|
Ikan cantik
bernama latin Balistoides conspicillum ini, di kita
(Indonesia) dikenal sebagai
Triger Kembang, karenca pola dan corak warnanya mirip
dengan corak dan warna sekuntum bunga (kembang).
Sedangkan orang barat lebih suka menyebutnya sebagai
Clown Triggerfish, atau sebagai Big Spotted Trigger.
Hampir setiap negara mempunyai julukan berbeda pada jenis
ikan ini, diantaranya adalah:
-
Ampapagot (Visayan)
-
Baliste clown (Perancis)
-
Baliste leopard (Perancis)
-
Bbutelitel (Woleaian)
-
Bis rondu (Dhiveli)
-
Bourse piastre (Creole)
-
Clown tiger (Inggris)
-
Leopard
Aftrækkerfisk (Denmark)
-
Leoparden
Drückerfisch (Jerman)
-
Mongarakawahagi (Jepang)
-
Nar-snellervis (Afrika)
-
Papakol (Tagalog, Filipina)
-
Pez
Ballesta Payaso (Spanyol)
-
Porco palhaço (Portugis)
-
Ppwumásen (Satawalese Carolinian)
-
Puggot (Maranao/Samal/Tao Sug)
-
Rogatnica jasnoplama (Polandia)
|
 |
Tampak, bahwa
hampir semua penamaannya mengacu pada pola tubuhnya yang aduhai. Beberapa hobiis bahkan tidak ragu-ragu menyebut ikan ini
sebagai ikan yang spektakuler.
Trigger Kembang
memang memikili corak yang spektakular. Tubuhnya, mulai dari
bagian perut hingga menyebar hampir keseluruh tubuh, di penuhi
oleh pola-pola bulatan putih besar dengan dasar hitam.
Sedangkan dipunggungnya dijumpai bercak-bercak (loreng)
hitam dengan dasar kuning yang tampak memiliki batas tegas
dengan pola dasar umum ikan tersebut. Mulut berwarna kuning menyala, dan dibatasi dengan garis
vertikal hitam dan putih sebelum akhirnya menyatu dengan warna
latar belakang. Sebuah
“coretan” kuning atau putih tampak “menggaris bawah”
matanya yang tajam. Selain
itu itu ekornya “diwarnai” dengan garis hitam dan putih
veritkal dengan lebar garis yang proporsional, Dibagian akhir
ekor masih dijumai ulasan “kuas” tipis warna putih atau
kuning, yang apabila sedang berkembang penuh, tampak menunjukkan
pesona kecantikannya secara penuh. Sedangkan di pangkal ekornya
terdapat “gambar” lain dengan corak yang berbeda.
Dipunggungnya tampak sebuah duri kokoh keras bertengger
disiripnya, sebagai senjata untuk menakuti musuhnya.
Secara keseluruhan ikan ini tampak bak sebuah kanvas
hidup, yang manyajikan mahakarya yang luarbiasa.
Trigger Kembang
dapat dijumpai tersebar mulai dari Afrika Barat hingga Durban,
dari Afrika Selatan, ke Indonesia terus ke
Samoa, Jepang, sampai
ke Kaledonea Baru. Ikan
hidup dia perairan yang berhubungan dengan terumbu karang pada
kedalaman 1 – 75 meter. Menu makanan utamanya dalah landak laut, kepiting,
udang-udangan dan moluska.
Di alam mereka bisa tumbuh hingga mencapai panjang 50 cm.
Sedangkan dalam akuarium, jarang yang bisa mencapai
panjang 50 cm.
Pemeliharaan.
Trigger Kembang
termasuk ikan yang mudah dipelihara.
Sebagai predator, sebaiknya Trigger Kembang tidak
dicampur dengan ikan lain yang berukuran lebih, kecil.
Jangan pula dicampur dengan invertabrata laut.
Mereka memiliki mulut seperti paruh yang kuat, sehingga
bisa mengisengi apa saja yang ada disekitarnya.
Beri ruangan untuk berenang yang cukup luas, dan lengkapi
dengan beberapa tempat persembunyian.
Ukuran akuarium yang direkomendasikan, minimum adalah 100
galon.
Dalam akuarium,
Trigger Kembang dapat menerima semua jenis pakan hidup.. Mereka
pun dapat menerima pakan beku dan juga flake.
Pemberian pakan dapat diberikan dalam jumlah kecil
beberapa kali dalam sehari.
Mereka sangat suka bila diberi cumi-cumi, udang, kerang,
dan potongan-potongan daging ikan.
Trigger Kembang,
boleh dikatakan, tidak memerlukan syarat-syarat khsus untuk
kehidupannya. Mereka
tidak memerlukan pencahayaan khusus, tidak pula memerlukan arus
yang spesifik. Selain
itu mereka tidak mempunyai zone renang yang khusus.
Meskipun demikian direkomendasikan untuk memeliharanya
pada kisaran salinitas 1.023
– 1.027 dan selang suhu 24 - 26 °C. Apabila mereka dipelihara dalam kondisi lingkungan yang baik,
biasanya mereka dapat hidup lama dan
sangat aktif.
Satu hal
yang perlu diperhatikan, jangan coba-coba memakan daging ikan
ini. Daging mereka
diketahui beracun dan dapat menyerang jaringan saraf perut
dengan akibat berupa kekejangan
pada seluruh otot tubuh.
Oleh karena itu cukuplah anda memelihara dan menikmati
keindahannya. Apabila karena suatu dan lain hal mereka mati,
segeralah dikubur ditempat yang aman.
Breeding.
Sampai saat ini
belum ada laporan yang menyatakan bahwa mereka bisa dipijahkan
dalam akuarium. Sayang
sekali. Oleh karena itu, sangat
berpeluang besar, mereka masih harus ditangkap langsung dari
laut.
|
|