Menekuni hobby akuarium laut, ternyata tidak mudah. Sepintas lalu,
bila kita mendatangi satu toko akuarium laut, dan kita dapat
menyaksikan satu atau beberapa display akuarium laut yang begitu
indah, megah dan terkesan mewah disitu. Kita mungkin berpikir, hanya
membeli satu akuarium sesuai dengan selera yang kita inginkan,
masukkan pasir, karang pecah ke dasar akuarium, susun batu-batu karang
dalam akuarium berupa gua-gua, kemudian masukkan air laut, pasang
filter, aerator, dan lampu serta sedikit perlengkapan akuarium lainnya
dan terakhir pilih koral dan ikan hias yang kita inginkan, masukkan ke
akuarium, lalu jadilah satu akuarium laut di rumah kita. Paling tidak,
inilah pengalaman penulis ketika itu di awal tahun 1987. Ketika itu
saya baru terima THR, maklum masih single ketika itu, sehingga
penghasilan sendiri cukup untuk dipergunakan ke mana saja yang saya
inginkan, termasuk membuat akuarium laut. Waktu itu, akuarium laut
saya berukuran panjang 175 cm, lebar 50 cm dan tinggi 60 cm, lengkap
dengan lemari akuarium yang cantik. Saya masih ingat, harga akuarium
saya tersebut saat itu dengan tebal kaca 12 mm Rp 1.250.000,- lengkap
dengan lemari kayu yang telah dicet duco. ( nilai akuarium sebesar itu
pada 1987 sudah termasuk sangat mahal ). Ternyata apa yang kita
pikirkan, hampir sama dengan yang dilakukan semua pemula dalam hobby
yang satu ini, adalah KELIRU !!!
Kita bisa dibuat bangkrut dengan cara seperti itu. Mungkin juga,
karena hal ini sehingga akuarium laut tidak begitu popular dikalangan
hobiies ikan hias.
Silakan baca berikut, pengalaman saya memulai hobby ini sejak tahun
1987 sampai sekarang sudah 15 tahun. Kemajuan yang berarti baru saya
ketahui pada tahun 1999 dan tahun 2000, ketika internet begitu membumi
di masyarakat kita. Teknologi informasi memang menakjubkan !
Pengalaman saya di akuarium laut, dimulai pada awal tahun 1987.
Ketika itu saya membuat satu akuarium baru dengan tebal kaca 12 mm.
Ukuran akuarium panjang 175 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 60 cm. Tinggi
air akuarium hanya 55 cm. Jadi jika dihitung volumenya sekitar 481
liter ( 120 gallon ).
Atas saran pengusaha akuarium laut yang cukup berpengalaman dan
satu-satunya di Medan, saya membuat filter dasar ( undergravel filter
) di dasar akuarium saya dengan mempergunakan pipa-pipa PVC, kemudian
seng fiber yang di beri lubang pada hampir semua permukaan seng fiber
tersebut, kemudian lapisan busa diatasnya, lalu pecahan karang dan
pasir setinggi hampir 5 cm diatasnya. Sirkulasi air pada filter dasar
tersebut hanya mengandalkan Aerator. Kemudian kita menyusun live rock
dari batu-batu karang yang saya beli dari toko tersebut. Tidak ada
filter lain yang dipergunakan, akuarium tersebut hanya mengandalkan
filter dasar tersebut. Memerlukan waktu sekitar dua minggu men-setup
isi akuarium tersebut. Kemudian saya mendatangi kembali toko akuarium
laut tersebut, untuk memilih ikan hias yang saya mau. Waktu itu toko
akuarium tersebut hanya menjual ikan hias laut, belum ada koral dan
karang hidup. Akhirnya akuarium laut yang pertama ini hadir di ruang
tamu rumah saya pada 26 Januari 1987.
Ikan hias yang ada di akuarium saya saat itu adalah Napoleon satu
ekor, Botana Biru empat ekor, Botana Kasur empat ekor, Trigger Kembang
satu ekor, Clown fish sepuluh ekor, Giro Balong enam ekor, dan Giro
Pasir delapan ekor.
Memang, sungguh asyiik menyaksikan ikan-ikan tersebut dalam
akuarium kita dengan warna-warni yang sangat cantik. Sampai-sampai,
tetangga sebelah rumahpun hampir setiap hari nongkrong di depan
akuarium saya.
Menurut saran toko akuarium laut dimana tempat saya membeli
ikan-ikan hias tersebut, saya memberi pakan ikan-ikan tersebut dengan
cacing merah yang halus yang biasa dipergunakan untuk pakan ikan hias
akuarium air tawar. Saya juga memberi mereka sejenis pellet yang
ditawarkan penjual ikan hias tersebut.
Ternyata, hanya dalam waktu tidak lebih dari dua minggu, ikan-ikan
hias tersebut mati satu per satu. Di mulai dari botana biru, botana
kasur, clown fish, giro pasir, napoleon dan ikan lainnya. Napoleon,
lumayan bisa bertahan sekitar 10 hari. Sejak awal dimasukkan, saya
memang tidak yakin dengan napoleon, karena setiap kali diberi makan
dia tidak pernah mau, dan hanya bersembunyi di gua-gua dalam akuarium
kita. Akhirnya semua ikan di akuarium saya mati dalam kurun waktu dua
minggu, dan karena sebagian bangkai ikan terlambat dibuang,
mengakibatkan air akuarium saya bau, sehingga saya harus membuang
seluruh air akuarium saya dan ditukar dengan air laut yang baru.
Setelah ditukar air baru, akuarium saya kembali ready. Dan dua hari
kemudian saya kembali membeli ikan hias yang baru lagi. Kali ini saya
membeli enam ekor letter six, lima ekor dakocan, sepuluh ekor clown
fish, giro balong, giro pasir, botana biru, kerling bali dan platax
asli. Semua ikan-ikan ini hanya bertahan paling lama tiga minggu.
Belum ada yang bertahan hingga sebulan.
Saya kembali menukar seluruh air akuarium saya dengan air baru,
sebelum memasukkan ikan hias lagi ke dalamnya. Kemudian gagal lagi…dan
gagal lagi. Tapi saya tetap bersemangat, merupakan suatu tantangan
buat saya.
Cara ini saya lakukan sampai tujuh kali, dan sebanyak itu juga saya
gagal. Cuma ada sedikit perkembangan, sebagian ikan yang pada awalnya
hanya tahan seminggu, bisa bertahan sampai tiga minggu. Semua kejadian
yang saya temukan dan lakukan, saya catat dengan baik dalam buku
agenda khusus. Dan saya pelajari secara cermat. Atas
kegagalan-kegagalan tersebut, pada awal September 1987 saya menambah
satu filter yang biasa oleh hobbies akuarium tawar menyebutnya filter
biru. Artinya box filter ini terbuat dari plastik berwarna biru,
didalamnya ada serat fiber ( sejenis busa ) dan karbon aktif ( arang
). Filter ini diletakkan diatas akuarium dan mempergunakan satu
motor/pompa untuk menarik air dari akuarium kemudian mengalirkannya ke
serat fiber, melalui karbon aktif, kemudian kembali ke akuarium.
Lalu saya kembali mengisi ikan hias yang baru, setelah terlebih
dulu menukar air akuarium saya dengan air laut yang baru. Ikan hias
yang saya beli adalah anularis garis biru, kepe-kepe moncong panjang,
dan beberapa jenis kepe-kepe lainnya seperti Pakistan, juga ada botana
coklat dan botana biru.
Kali ini yang terjadi lebih seru lagi, hanya dalam waktu dua hari
saja ikan-ikan tersebut semuanya mati. Saya mencoba mengira-gira, apa
gerangan yang membuat mati semua penghuni akuarium saya hanya dalam
dua hari saja. Akhirnya saya mengeluarkan karbon aktif ( arang ) dari
filter tersebut. Kemudian saya sirkulasikan kembali air akuarium
selama seminggu. Saya tidak menukar lagi air akuarium saya. Karena
ikan yang mati sudah dibuang semuanya tidak sempat membusuk dalam
akuarium.
Setelah seminggu, saya kembali mengisi lagi dengan ikan-ikan hias.
Kali ini saya khusus beli yang kecil-kecil. Blue Devil, Clown fish,
Balong, Giro Pasir, Cantik Manis, Cantik Jelita, Bicolor Angelfish (
kuning-hijau ), dan keranjang bali ukuran jempol tangan. Setiap jenis
saya beli 5 sampai 6 ekor. Ukurannya kecil semua dan tidak lebih dari
5 cm. Kali ini ikan-ikan ini mulai bisa tahan lama ( maksimum 6 - 7
bulan ). Dan ada juga yang hanya bertahan sampai dua bulan. Begitu dia
mati, saya beli lagi yang sama dan saya masukkan lagi. Sering ikan
yang mati tidak sempat diangkat, dan saya biarkan membusuk dalam
akuarium. Karena akuarium saya lumayan besar, ikan kecil yang satu dua
ekor ini mati tidak sampai mempengaruhi kehidupan lain dalam akuarium
saya.
Sampai tahap ini sekitar Juni 1988 saya menyatakan sendiri, bahwa
saya telah lulus tahap pertama.
Kesimpulan / Hipotesa Sementara
Akuarium yang baru memerlukan penyesuaian sampai sekitar enam bulan
dengan lingkungan air laut, pasir, pecahan karang dan live rock.
Karena baru, aromanya masih asing, sehingga biota yang dimasukkan
stress dan akhirnya mati. Akuarium yang sudah 4 - 5 bulan, walau kita
tukar dengan air laut baru semuanya, telah memiliki aroma khas.
Menurut saya aroma khas inilah yang membuat ikan bisa bertahan lama
dalam akuarium. Kedua, ikan-ikan hias yang digabung harus
memperhatikan ukurannya. Bila kita asal menggabungkan yang besar dan
yang kecil, mereka akan berkelahi dan akhirnya terluka dan mati satu
per satu.
Sampai disini dulu, silakan tunggu bagian keduanya.
-----oOo-----