Info Luo Han - Cupang Hias - Pojok Koi - Arwana - Diskus - Akuarium Laut- Koleksi Hobiis - Info Perundangan - Info Karantina - Forum Diskusi - Maskoki

  

  

 

  

    

  

  

Temperatur

Akuarium Laut

 

Jong Huat, November 2003

Temperatur atau suhu memainkan peranan yang sangat penting dalam akuarium laut. Temperatur secara umum mempengaruhi sistem metabolisme biota yang menghuni akuarium. Karena itu, sejak awal setup akuarium laut harus memperhatikan factor yang satu ini.

Temperatur yang tinggi dalam akuarium laut, akan mengundang kehadiran mikro-organisme yang tidak kita inginkan dalam jumlah yang sangat besar dan mempengaruhi aktivitas berkembang biak mereka dalam akuarium laut kita, Suhu yang tinggi, juga digemari oleh sejumlah alga, sehingga kehadiran mereka bisa jadi menjadi tidak terkendali dalam akuarium kita dan timbullah masalah Algae Problem. Temperatur yang tinggi, juga mempengaruhi jumlah oksigen terlarut dalam akuarium kita. Suhu yang tinggi, mengakibatkan turunnya tingkat oksigen terlarut dalam air akuarium. Selain itu efek kehadiran sejumlah bakteri dalam jumlah besar di akuarium kita juga memperbanyak tingkat konsumsi oksigen terlarut dalam akuarium.

Akuarium laut yang orientasi ke ikan hias ( marine fish system ), mungkin tidak masalah bila suhu akuarium laut berada pada kisaran 30 sampai 32 derjat celcius. Tetapi bila setup akuarium laut dengan corals reef system, suhu 32 derjat celcius telah dapat membunuh hampir semua jenis koral dan tanaman laut dalam akuarium. Hanya sebagian kecil dari jenis koral dan tanaman laut yang umumnya menghuni kedalaman tidak lebih dari satu meter yang bisa bertahan dengan suhu tersebut, namun mereka belum tentu tahan terhadap kehadiran sejumlah mikro-organisme yang tidak kita inginkan, seperti bakteri dan parasite.

Kebanyakan koral dan tanaman laut, umumnya hidup pada habitat dengan kedalaman 2 meter sampai kedalaman 10 meter dengan cahaya yang masih cukup mendukung kegiatan photosynthesis mereka. Dan sebagian kecil hidup pada kedalaman lebih dari 10 meter hingga ke 40 meter.

Pada kedalaman ini, temperature air di laut berada pada kisaran 20 sampai 28 derjat celcius. Pada kedalaman 2 meter hingga 10 meter, suhu berada pada kisaran 25 hingga 28 derjat celcius.

Photo : Akar Bahar dan Anemon dalam akuarium pak FERY di Ujung Pandang. Terimakasih atas izin partisipasi photo beliau dalam artikel ini.

Akar Bahar, didapati hidup pada kedalaman 5 meter sampai 15 meter, tentu memerlukan suhu yang sedikit lebih sejuk ( 25 sampai 27 derjat Celcius ). Rumput laut dari jenis Caulerpa, yang kita perlukan dalam jumlah tertentu untuk mendukung setup akuarium kita khususnya refugium, memerlukan suhu maksimum 28 derjat celcius. Bila refugium bersatu dengan sump box, anda mesti pastikan bahwa sump box anda tidak memerlukan chiller.

 

TEMPERATUR SEBAIKNYA FLEKSIBEL

Banyak hobbiis, menjaga temperature akuarium lautnya tetap pada 27 derjat celcius sepanjang hari. Tindakan hobbiis seperti ini, tidaklah benar. Temperatur akuarium laut sebaiknya tidak permanent pada satu titik, melainkan harus dibuat berfluktuasi. Akuarium laut kita tidak hanya berisi koral atau tanaman yang hidup pada kedalaman 10 meter atau yang membutuhkan suhu dibawah 28 derjat celcius. Akuarium kita juga tidak hanya berisi koral atau tanaman saja, melainkan juga terdapat ikan hias dan biota laut lainnya. Semua biota ini tentu tidak sama toleransi mereka terhadap suhu akuarium kita. Koral, tanaman laut, ikan dan biota laut lainnya yang hidup pada kedalaman 10 meter atau lebih tentu memerlukan suhu yang lebih rendah, sementara koral, tanaman laut, ikan, dan biota yang hidup pada kedalaman tidak sampai 10 meter tentu memerlukan suhu yang lebih hangat. Biota laut yang biasa hidup pada suhu 24 derjat Celcius dapat mentolerir suhu sampai 26 derjat celcius, demikian juga biota yang biasa hidup pada suhu 26 derjat Celcius bisa mentolerir suhu pada kisaran 28 derjat Celcius. Sedangkan Biota laut yang hidup pada permukaan ( kedalaman tidak lebih 6 meter ) biasa berada pada suhu hangat 30 hingga 32 derjat celcius, dan mereka bisa stress bila suhu turun dibawah 28 derjat Celcius. Penjelasan ini memberikan pemahaman kepada anda, untuk memilih jenis apa saja biota yang akan kita koleksi dalam akuarium laut kita.

Temperatur sebaiknya dibuat berfluktuasi, tentu bukan perubahan significan yang kita stimulasi dalam akuarium kita. Untuk membuat fluktuasi temperature ini, kita harus memahami pengelompokan tipe akuarium laut berikut.

 

COLD WATER SYSTEM atau WARM WATER SYSTEM

Dalam kaitannya dengan temperature, akuarium laut dibedakan menjadi dua sistem lagi, yaitu akuarium laut sistem air dingin ( Cold Water System ) dan akuarium laut sistem air hangat ( Warm/Tropical Water System ).

Pada Cold Water System, suhu akuarium berada pada kisaran 21 derjat Celcius hingga 26 derjat celcius. Dengan periode terlama/panjang pada kisaran 21 hingga 24 derjat Celcius ( 19 sampai 20 jam se hari ) dan periode pendek pada kisaran 25 hingga 26 derjat Celcius ( 4 sampai 6 jam se hari ). Akuarium ini memerlukan kedalaman lebih satu meter minimal, dan koleksi didalamnya mulai dari substrate sampai ke liverock, termasuk jenis koral dan ikan haruslah berasal dari kedalaman 10 meter atau lebih. Sistem ini, dengan jenis koleksi tertentu tidak memerlukan cahaya kwalitas metal halide, cukup dengan kwalitas actinic violet saja ( 4 sampai 6 bohlam ). Kelompok ini disebut dengan LOW LIGHT. Kelompok lainnya memerlukan kwalitas cahaya sedikit terang, actinic Blue ( 4 bohlam ) kombinasi dengan Daylight ( 2 bohlam ). Kelompok ini kita kenal dengan tipe MEDIUM LIGHT.

Pada Warm/Tropical Water System, suhu akuarium dijaga tetap pada kisaran 26 hingga 32 derjat Celcius, dengan rincian periodenya sebagai berikut : 8 sampai 9 jam sehari pada suhu 26 hingga 27 derjat Celcius; 8 sampai 9 jam sehari pada suhu 28 hingga 30 derjat Celcius; dan 7 sampai 8 jam sehari suhu pada kisaran 31 hingga 32 derjat Celcius, maksimum sampai 34 derjat Celcius. Akuarium dengan sistem ini tidak perlu begitu dalam, minimal 60 cm sampai 1 meter ( air saja ). Koleksi didalamnya mulai dari substrate hingga ke liverock, livesand, koral, tanaman, ikan dan biota lainnya seharusnya berasal dari biota yang hidup pada kedalaman kurang dari 3 meter di habitatnya yang asli. Sistem ini memerlukan kwalitas cahaya setingkat Metal Halide, dan dikenal dengan kelompok HIGH LIGHT.

 

CHILLER, HEATER, dan LIGHT

Perangkat keras akuarium laut yang menjadi pertimbangan anda berikutnya, dalam kaitannya dengan masalah pengendalian suhu akuarium laut adalah :

  • CHILLER ( PENDINGIN ),
  • HEATER ( PEMANAS ), dan
  • LIGHT ( LAMPU ).

Bohlam dengan intensitas cahaya yang tinggi, dapat mempengaruhi naiknya suhu air akuarium laut anda. Demikian juga Heater adalah perangkat yang dapat menghangatkan suhu air di akuarium anda. Chiller adalah unit yang dipergunakan untuk mendinginkan / menurunkan suhu akuarium laut anda.

Photo Akuarium Saya : 10 Nov.'2003, Injel Napoleon dalam akuarium Corals Reef System

SUHU dalam akuarium laut supaya bisa dikendalikan dan dapat berfluktuasi secara cantik, kita perlu merancang kombinasi pemakaian Chiller, Lighting System, dan Heater. Ketiga alat ini bisa digabung penggunaaanya dengan bantuan unit monitor. Seorang ahli elektronik bisa membantu anda membuat unit monitor ini, agar suhu dan perubahannya yang kita inginkan dalam akuarium bisa dilakukan.

Photo : Akuarium Saya 10 November 2003, Injel Piyama, Akuarium dengan setup Corals Reef System.

KESIMPULAN

Suhu dalam akuarium laut sebaiknya bersifat fleksibel, dan berfluktuasi cantik pada rentang yang telah ditentukan sesuai dengan jenis biota yang kita pelihara. Anda bisa memanfaatkan kombinasi Chiller, Heater, dan Lighting System untuk mewujudkannya. ( Jong Huat ).