Ngantuk
Toko Ikan OnlineKoleksi HobiisLelang Ikan OnlineForum DiskusiGallery MemberO-Fish.com

Info Luo Han - Cupang Hias - Pojok Koi - Arwana - Diskus - Akuarium Laut - Info Perundangan - Info Karantina - Maskoki

O-Fish: Akuarium Laut

  

  

 

   

    

Artikel

Pasca Caulerpa

Konsep Akuarium Koral bag.2

Konsep Akuarium Koral

Menyiapkan Akuarium Laut

Pentingnya Water Motion

Temperatur Akuarium Laut

Ikan Hias atau Koral bag. 2

 

 

   SETUP AKUARIUM KORAL (sebuah konsep)

    

  

  

Setup Akuarium laut

Direktori IkanLaut

Direktori Koral

Parameter Air Laut

Ekosistem Akuarium Laut

 

Pernahkan anda membayangkan keindahan laut pada lingkungan koral di kedalaman tertentu, dengan berbagai ragam warna, bentuk dan tingkah laku penghuninya yang memukau. Dengan kesabaran dan ketekunan anda dapat menghadirkannya di rumah anda. Tapi jangan lupa pula untuk turut serta berpartisipasi melestarikan mereka dan lingkungan mereka di habitat aselinya.

 

 

SIKLUS KEHIDUPAN PADA DASAR AKUARIUM

Diatas lapisan busa, adalah pasir laut ( livesand ) dengan tebal minimal 10 cm. Pasir ini akan mencegah kotoran-kotoran diatasnya menyumbat pori-pori busa yang ada dibawah. Kotoran-kotoran diatas pasir ini, yang merupakan hasil olahan dari bakteri pengurai Nitrosomonas sp dan Nitro bacter sp adalah pupuk organic yang diharapkan dapat menghidupi phytoplankton yang menjadi produsen pakan bagi kehidupan benthos-benthos pada dasar akuarium.

Untuk menciptakan siklus kehidupan ( bakteri pengurai, phytoplankton, dan benthos ) yang baik pada dasar akuarium ini, ketika setup pada tahapan memasukan lapisan pasir. Lapisan pasir ini dibuat dua lapis. Lapisan pertamanya adalah diatas busa, pasir laut aktif ( livesand ) murni/bersih setebal 10 cm. Pasir ini ketika diambil dari laut harus tetap diberi aerasi ketika sedang dalam perjalanan. Lapisan berikutnya adalah juga pasir laut aktif ( livesand ), tetapi dicampur dengan humus/tanah yang subur dan banyak mengandung benthos-benthos. Tanah ini sebaiknya diambil dari pinggiran pantai/laut yang banyak mengandung kehidupan seperti terdapatnya, cacing, ulat-ulat merah, copepoda, amphipoda, dll. Perbandingannya tanah ini 2,5 cm dan pasir aktif sebagai bahan campurannya juga 2,5 cm. Atau tanah 4 cm dan pasirnya 6 cm bila tebal lapisan ini dikendaki 10 cm. Kemudian lapisan paling atas setelah campuran tanah berpasir ini adalah pecahan karang yang tidak terlalu kasar. Tebalnya juga sekitar 10 sampai 20 cm. Makin tebal makin baik.

Bila setup ini didesain sebaik mungkin, maka siklus kehidupan ( bakteri pengurai, phytoplankton, dan benthos-benthos ) akan berjalan dengan baik, bila ekosistem ini tercipta, maka mata rantai makanan tingkat pertama telah tercipta dalam akuarium anda. Anda tidak perlu kwatir akan tingginya kadar Nitrat di akuarium laut anda. Sebab sebagian phytoplankton dari jenis blue green algae akan mengkonsumsi Nitrat yang terakumulasi dalam lapisan pasir berhumus ini, dan andapun tidak perlu kwatir bahwa busa dibawah lapisan pasir akan tersumbat oleh menumpuknya kotoran-kotoran disitu, sebab benthos-benthos yang terdapat disana akan mengkonsumsi kotoran-kotoran ini.

Dengan penjelasan ini, jelas dalam undergravel filter sistem, tidak ada masalah dengan lapisan busa tersebut. Pori-pori dari busa ( bukan kapas penyaring ) tidak akan tersumbat, sehingga kita tidak perlu kwatir dengan busa tersebut. Busa ini diharapkan fungsinya dapat menghampat laju air turun kebawah, hal ini untuk membantu siklus nitrogen dalam lapisan substrat dasar akuarium yang mencapai 20 cm tebalnya. Dan kita juga tidak perlu terlalu membersihkan kotoran-kotoran yang mengendap pada dasar akuarium kita, sebab kotoran ini menjadi bagian dari media filtrasi yang kita anut yaitu undergravel filter system. Dengan sistem ini, akuarium saya selalu mengandung phytoplankton dari jenis Green Algae, Blue Green Algae, dan Diatomae. Kadar Nitrat tetap stabil di 2,5 sampai 5,0 ppm.

PENCAHAYAAN

Akuarium utama, memerlukan cahaya yang berkwalitas. Untuk infomasi teknis pencahayaan ini, anda bisa membaca artikel kami PENCAHAYAAN AKUARIUM LAUT di situs ini juga, atau di majalah Aquatica. Untuk tinggi air display kurang dari 60 cm, pencahayaan cukup dengan bola TL Fluoresensi. Sebaliknya bila tinggi air display lebih dari 60 cm lebih efektif dengan pencahayaan Metal Halide. Pencahayaan juga berhubungan dengan derajat Kelvin. Kwalitas cahaya minimal 6500 kelvin untuk dapat memotivasi kegiatan Photosynthesis , semakin tinggi derajat Kelvin, kwalitas intensitas cahaya semakin baik. Pemakaian bohlam Metal Halide dengan Fluoresensi juga mempengaruhi koral-koral dan tanaman yang ada di akuarium kita. Tidak semua koral tahan dengan kwalitas cahaya metal halide. Karena itu, koral-koral yang umumnya pada habitat aslinya dijumpai pada kedalaman lebih dari 10 meter, sebaiknya diposisikan dalam lingkungan yang teduh ( dibawah gua-gua live rock ) sehingga tidak memperoleh penyinaran se-kwalitas metal halide secara langsung. Sebaiknya akuarium kita juga menghadirkan sejumlah rumput hijau dari jenis Caulerpa spp. yang bisa berfungsi melindungi koral-koral yang tidak tahan sinar langsung dari pencahayaan metal halide di siang hari. Jenis koral yang lain yang memerlukan cahaya yang sangat terang, diposisikan pada tempat-tempat yang mendapat sinar langsung dari metal halide akuarium kita.

Jarak livesrock atau posisi koral paling atas dengan permukaan air yang akuariumnya memakai cahaya metal halide, minimal 15 cm. Sedang jarak lampu dengan permukaan air minimal 40 cm.

Pencahayaan dengan bohlam Fluoresensi ( bola TL ) tidak serumit pencahayaan metal halide. Dengan fluoresensi, jarak posisi livesrock atau livestock paling tinggi dengan permukaan air cukup 8 sampai 10 cm. Dan anda tidak perlu kwatir sebagian koral atau tanaman diletakan pada posisi yang mendapat sinar langsung. Pemakaian bola fluoresensi harus lebih dekat ke permukaan air, jarak maksimumnya adalah 20 cm dari permukaan air.

Di laut ( alam terbuka ), cahaya matahari dengan gelombang cahaya mulai 500 nm sampai lebih dari 700 nm begitu masuk ke air sampai kedalaman satu meter akan turun menjadi sekitar 400 nm sampai ke 480 nm ( warna violet dan biru ). Hal ini dapat kita lihat ketika anda sedang menyelam ke dalam laut, warna cahaya dibawah permukaan laut adalah biru menuju violet, makin ke dalam makin menuju violet, jadi semakin kedalam lagi, banyak terdapat unsur ultraviolet mulai dari ultraviolet A sampai C.

Sekarang, anda sudah memahami mengapa hampir semua akuarium laut selalu memilih kombinasi cahaya warna Violet dan Biru dengan cahaya putih ( Daylight dan Cool White ), dengan porsi lebih besar di violet dan biru. Demikian juga, dengan pabrik-pabrik berskala internasional yang khusus memproduksi Lighting System untuk aquarist khususnya Marine Life dan Corals Reef Aquarist, umumnya memperoduksi bola lampu dengan wavelenghts 420 nm hingga 480 nm ( Violet dan Biru ) baik itu jenis bola Fluoresensi maupun jenis bola Metal Halide. Jadi kombinasi pencahayaan akuarium laut, khususnya terumbu/koral lebah banyak actinic violet/blue dari porsi cahaya daylight.

PREVIOUS | NEXT

akuarium laut - setup akuarium laut  - instalasi dasar - komponen instalasi - ekosistem akuarium laut - marinescaping - direktori ikan laut - direktori koral  - kalkwasser

 

Copyright  2002-2005 © O-FISH. All Rights Reserved
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini
dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-FIsh.com