Pada masa pemeliharaan Caulerpa, bisa terjadi, bahwa air pada suatu saat akan menjadi keruh, berwarna kekuning-kuningan dan ada kalanya berwarna kehijau-hijauan. Bila air berwarna kekuning-kuningan itu pertanda ada sebagian besar Caulerpa anda mengalami kematian dan ia sedang melepaskan kembali zat-zat yang pernah diserap, sepertt iodine dan lain-lain. Sedangkan jika berwarna kehijauan, pertanda Caulerpa anda sedang melepaskan sporanya. Hal tersebut adalah wajar dan tidak perlu terlalu dipusingkan apakah perlu ganti air atau tidak. Menurut pengalaman saya, hal tersebut tidak mempunyai dampak apa-apa terhadap akuarium. Selama Caulerpa dipelihara pada akuarium refugium yang lebih kecil ukurannya dibandingkan akuarium utama efeknya tidak akan terlalu signifikan. Perubahan warna sepeti tersebut diatas pada umumnya akan hilang sendirinya paling lama dalam waktu 2 x 24 jam. Berdasarkan pengalaman, jika ada salah satu akuarium refugium penuh dengan Caulerpa hasil pertumbuhan maka akan mempunyai dampak positif bagi koral dan ikan.
Ada salah satu pendapat yang mengatakan bahwa akuarium refugium yang penuh dengan algae, baik itu lumut atau jenis lainnya, akan lebih baik bila dipelihara 1-3 ekor bulu babi didalamnya untuk memakan sebagian dari lumut tersebut. Menurut pendapat tersebut, feces dari bulu baik sangat baik untuk pakan alami koral. Pada kasus akurium saya pendapat ini belum dapat diambil kesimpulan, tapi masih sedang saya praktekkan. Kesimpulan sementara yang ada mengenai bulu babi adalah memang bagus sebagai pemakan lumut. Meskipun demikian akan lebih baik tidak dicampurkan dengan akuarium utama karena sifatnya yang rakus. Dalam memelihara bulu baik lebih baik dipelihara bulu babi dengan ukuran paling kecil daripada ukuran besar.
|