MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR
Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat
  online store  
 

 

   

 

 
Pasca Pembuangan Caulerpa dan Pasca Over Dosis
Bahan Kimiawi dan Pakan (lanjutan)
oleh Hendrawan
 

Pada masa pemeliharaan Caulerpa, bisa terjadi, bahwa air pada suatu saat akan menjadi keruh, berwarna kekuning-kuningan dan ada kalanya berwarna kehijau-hijauan. Bila air berwarna kekuning-kuningan itu pertanda ada sebagian besar Caulerpa anda mengalami kematian dan ia sedang melepaskan kembali zat-zat yang pernah diserap, sepertt iodine dan lain-lain. Sedangkan jika berwarna kehijauan, pertanda Caulerpa anda sedang melepaskan sporanya. Hal tersebut adalah wajar dan tidak perlu terlalu dipusingkan apakah perlu ganti air atau tidak. Menurut pengalaman saya, hal tersebut tidak mempunyai dampak apa-apa terhadap akuarium. Selama Caulerpa dipelihara pada akuarium refugium yang lebih kecil ukurannya dibandingkan akuarium utama efeknya tidak akan terlalu signifikan. Perubahan warna sepeti tersebut diatas pada umumnya akan hilang sendirinya paling lama dalam waktu 2 x 24 jam. Berdasarkan pengalaman, jika ada salah satu akuarium refugium penuh dengan Caulerpa hasil pertumbuhan maka akan mempunyai dampak positif bagi koral dan ikan.

Ada salah satu pendapat yang mengatakan bahwa akuarium refugium yang penuh dengan algae, baik itu lumut atau jenis lainnya, akan lebih baik bila dipelihara 1-3 ekor bulu babi didalamnya untuk memakan sebagian dari lumut tersebut. Menurut pendapat tersebut, feces dari bulu baik sangat baik untuk pakan alami koral. Pada kasus akurium saya pendapat ini belum dapat diambil kesimpulan, tapi masih sedang saya praktekkan. Kesimpulan sementara yang ada mengenai bulu babi adalah memang bagus sebagai pemakan lumut. Meskipun demikian akan lebih baik tidak dicampurkan dengan akuarium utama karena sifatnya yang rakus. Dalam memelihara bulu baik lebih baik dipelihara bulu babi dengan ukuran paling kecil daripada ukuran besar.

 
ADDITIVE
Bahan additive sangat diperlukan jika anda jarang melakukan penggantian air atau air pengganti di wilayah anda tidak memenuhi parameter yang diinginkan. Sangat banyak bahan additive yang dijual di pasaran, semua pada dasarnya sama, yang berbeda adalah tingkat konsentrasi dan mutu bahan kimianya. Bagi mereka yang membeli bahan kimia, amat sangat disarankan agar menggunakan dosis sesuai dengan yang tertera di kemasan produk tersebut. Kelebihan pemberian dosis bahan additive tertentu akan mempunyai dampak negatif pada akuarium. Berdasarkan pengalaman kelebihan dosis Mo, Br dan F, telah menyebabkan saya kehilangan ikan-ikan kesayangan yang telah dipelihara hampir 1 tahun.
 
PAKAN ALAMI
Berikut adalah pengalaman saya dalam mengkultur pakan alami yang sangat dibutuhkan oleh reef dan ikan laut terutama larva ikan. Kunci sukses dalam proses kultur ini adalah air media kultur harus bebas dari predatornya. Untuk itu air media kultur bagi rotifera dan phytoplankton harus disterilkan terlebih dulu. Cara yang paling mudah yaitu dengan dipanaskan atau dididihkan.
 

Rotifera
Rotifera adalah pakan alami yang sangat dibutuhkan oleh burayak Clown Fish yang baru lahir. Selain untuk larva ikan, rotifera juga dibutuhkan oleh terumbu laut sebagai pakan. Berikut adalah cara-cara mengkultur rotifera yang saya praktekan sehingga bisa berkembang biak. Bahan-bahan yang diperlukan adalah bahan-bahan sederhana yang berada disekitar lingkungan kita, sedangkan beberapa item termasuk relatif sulit diperoleh di Indonesia .Bahan-bahan yang diperlukan adalah:

  • Botol bekas air minum kemasan berukuran 500 ml (Kalau bisa cari botol terbuat dari kaca, agar memungkinkan disiram dengan air panas untuk keperluan sterilisasi)
  • Selang lemas aerator (tanpa menggunakan batu aerator)
  • Selang kaku aerator
  • Pompa udara (Air Pump)
  • Pengatur volume udara yang terdiri dari 3-5 lubang
  • Stater rotifera
  • Senter yang kuat
  • Saringan rotifera berukuran 50-53 mikron
  • Pipet
  • Sambungan selang aerator (optional)
  • Spirulina / Nannochlropsis Oculata / Ragi
Gambar 2 menunjukkan gambaran kultur rotifera yang saya lakukan
 

Gambar 2. Kultur Rotifera

 
Botol bekas air mineral 1500 ml dilubangi tutup botolnya dengan diameter sebesar diameter selang kaku aerator. Lubang bisa dibuat dengan menggunakan paku yang dipanaskan, solder, atau bor. Masukan selang kaku aerator sampai ujung selang kaku aerator mencapai dasar botol. Bagian atas dari selang kaku aerator selanjutnya dihubungkan dengan selang lemas aerator atau sambungan selang aerator agar dapat terkoneksi ke pompa udara. Setelah itu siapkan 500 ml air laut yang telah dimasak dengan dicampur air tawar/akuades hingga salinitasnya mencapai 1.0069 (min) atau 1.014 (max). Kemudian masukkan larutan spirulina yang telah disaring dengan saringan rotifera berukuran 50-53 mikron. Selanjutnya teteskan 10-50 ml stater rotifera dengan pipet ke dalam botol kultur. Aerasi botol kultur tersebut dengan kerapatan beberapa gelembung per detik. Pengaturan dilakukan dengan menggunakan pengatur volume udara. Bila botol kultur terlalu banyak diaerasi akan banyak busa atau buih yang terbentuk di permukaan air dalam botol tersebut. Hal tersebut tidak boleh terjadi karena akan mengakibatkan rotifera terjebak dalam busa yang terbentuk.

Letakkan botol kultur di teras rumah agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup. Pencahayaan dapat pula dilakukan dengan lampu TL 6500° K dengan daya 20 watt yang dinyalakan selama 16 jam. Pemberian pakan dilakukan secara teratur sehari 2x yaitu pagi dan malam selama 5-7 hari. Saya sendiri hanya melakukan pemberian pakan sekali sehari selama 5 hari dan berhasil. Dalam waktu 5-7 hari air kultur akan berubah kekuningan atau orange, itu pertanda kultur berhasil. Untuk memastikan saring air kultur sebanyak 75% dan akan terlihat kehadiran debu orange yang tersangkut di saringan tersebut.. Kepadatan rotifera dapat diamati dengan menggunakan senter yang kuat yang diarahkan ke botol dan anda amati dari arah samping. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

 

  

 

Kecuali disebutkan dengan jelas, seluruh tulisan, gambar, ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish.com