Diatas lapisan busa, adalah pasir laut ( livesand ) dengan tebal minimal 10 cm. Pasir ini akan mencegah kotoran-kotoran diatasnya menyumbat pori-pori busa yang ada dibawah. Kotoran-kotoran diatas pasir ini, yang merupakan hasil olahan dari bakteri pengurai Nitrosomonas sp dan Nitro bacter sp adalah pupuk organic yang diharapkan dapat menghidupi phytoplankton yang menjadi produsen pakan bagi kehidupan benthos-benthos pada dasar akuarium.
Untuk menciptakan siklus kehidupan ( bakteri pengurai, phytoplankton, dan benthos ) yang baik pada dasar akuarium ini, ketika setup pada tahapan memasukan lapisan pasir. Lapisan pasir ini dibuat dua lapis. Lapisan pertamanya adalah diatas busa, pasir laut aktif ( livesand ) murni/bersih setebal 10 cm. Pasir ini ketika diambil dari laut harus tetap diberi aerasi ketika sedang dalam perjalanan. Lapisan berikutnya adalah juga pasir laut aktif ( livesand ), tetapi dicampur dengan humus/tanah yang subur dan banyak mengandung benthos-benthos. Tanah ini sebaiknya diambil dari pinggiran pantai/laut yang banyak mengandung kehidupan seperti terdapatnya, cacing, ulat-ulat merah, copepoda, amphipoda, dll. Perbandingannya tanah ini 2,5 cm dan pasir aktif sebagai bahan campurannya juga 2,5 cm. Atau tanah 4 cm dan pasirnya 6 cm bila tebal lapisan ini dikendaki 10 cm. Kemudian lapisan paling atas setelah campuran tanah berpasir ini adalah pecahan karang yang tidak terlalu kasar. Tebalnya juga sekitar 10 sampai 20 cm. Makin tebal makin baik.
Bila setup ini didesain sebaik mungkin, maka siklus kehidupan ( bakteri pengurai, phytoplankton, dan benthos-benthos ) akan berjalan dengan baik, bila ekosistem ini tercipta, maka mata rantai makanan tingkat pertama telah tercipta dalam akuarium anda. Anda tidak perlu kwatir akan tingginya kadar Nitrat di akuarium laut anda. Sebab sebagian phytoplankton dari jenis blue green algae akan mengkonsumsi Nitrat yang terakumulasi dalam lapisan pasir berhumus ini, dan andapun tidak perlu kwatir bahwa busa dibawah lapisan pasir akan tersumbat oleh menumpuknya kotoran-kotoran disitu, sebab benthos-benthos yang terdapat disana akan mengkonsumsi kotoran-kotoran ini.
Dengan penjelasan ini, jelas dalam undergravel filter sistem, tidak ada masalah dengan lapisan busa tersebut. Pori-pori dari busa ( bukan kapas penyaring ) tidak akan tersumbat, sehingga kita tidak perlu kwatir dengan busa tersebut. Busa ini diharapkan fungsinya dapat menghampat laju air turun kebawah, hal ini untuk membantu siklus nitrogen dalam lapisan substrat dasar akuarium yang mencapai 20 cm tebalnya. Dan kita juga tidak perlu terlalu membersihkan kotoran-kotoran yang mengendap pada dasar akuarium kita, sebab kotoran ini menjadi bagian dari media filtrasi yang kita anut yaitu undergravel filter system. Dengan sistem ini, akuarium saya selalu mengandung phytoplankton dari jenis Green Algae, Blue Green Algae, dan Diatomae. Kadar Nitrat tetap stabil di 2,5 sampai 5,0 ppm. |