Pada lapisan pertama dan lapisan kedua, anda bisa kasih zat kimia seperti CaCO3 (Calcium Carbonate) dan
Magnesium Carbonate (MgCO3), dimana zat tsb pada masa jangka panjang akan mampu menghasilkan ion Ca dan Mg serta CO3 yg berguna bagi terumbu karang. Hanya saja hal tsb akan tercapai jika akuarium tsb telah berumur lebih dari 6 bulan bahkan tahunan. Mengenai ide ini, anda boleh ikutin atau tidak,tidak akan menimbulkan masalah.
Metode ini, beberapa orang akan menentang dimana ada pendapat mengatakan pada jangka panjang akan menimbulkan / melepaskan ion gas H2S yg bisa membahayakan terumbu karang (Pelepasan terjadi jika kadar oksigen rendah terutama pada malam hari)……….Hal tsb sebenarnya biasa diatasi dengan dua cara ;
Melalui pemasangan aerator pada malam hari, tapi cara ini kurang bagus krn percikan air dari Airstone akan mengenai lampu.
Menerapkan system RDP (Reverse Daylight Photosyntesis), metode ini paling oke. Cara kerjanya gampang, contoh : Akuarium utama diberi penyinaran dari jam 6 pagi sampai 6 sore, sedangkan 6 sore sampai 6 pagi, yg dikasih pencahayaan adalah akuarium refugium yg penuh dgn caulerpa. Adanya pencahayaan di malam hari pada akuarium refugium mengakibatkan caulerpa akan berfotosintesis, hasil fotosintesis inilah yg menyebabkan supply oksigen pada malam hari tetap tersedia,sehingga pH tdk drop pada malam hari dan subuh hari, Hal ini akan berakibat gas H2S tidak berhasil terurai di dlm akuarium
Sistem yg saya terapkan ini jauh lebih mudah ketimbang system UGF, maaf ya….menurut beberapa literature yg saya baca , system UGF sudah ketinggalan jaman, namun apapun bentuk system yg ada, semuanya terpulang pada pribadi kita masing-masing. Jadi silakan anda memilih jenis system apa yg anda inginkan.
Okay, balik ke topik setup…….
Pasir Laut bisa anda peroleh di Sumenep dgn harga Rp 15.000 perkarung, untuk ukuran 125 cm lebar 55 cm serta ketebalan pasir 10 cm, anda membutuhkan kurang lebih 4 karung pasir. Sedangkan pecahan koral cukup 2-3 karung saja dgn harga perkarung sekitar 20.000 perkarung. Utk Live rock dgn mutu bagus dikenakan harga Rp 5000 per kg, atau Rp 10.000 per bongkah.
Setelah susunan telah selesai anda susun sedemikian rupa dengan teknik seni yg anda miliki, maka anda sekarang dipersilakan memasuki air laut (Catatan : Live Rock tdk boleh dibiarkan terlalu lama di udara) ke akuarium utama dan akuarium refugium (Susunan boleh sama dgn susunan akuarium utama). Air laut yg djual di pasaran rata2 berkisar Rp 75 - Rp 200 per liter. Air yg telah diisi ke dlm akuarium haruslah disirkulasi minimal selama 1 bulan utk mendapatkan hasil yg memuaskan. Utk hasil yg lebih memuaskan, disirkulasi selama 6 bulan.
Proses sirkulasi minimal selama 1 bulan dimaksudkan agar terjadinya siklus nitrogen secara sempurna. Pada minggu pertama umumnya kadar amoniak akan meningkat, minggu kedua kadar amoniak akan menurun disertai dgn meningkatnya kadar nitrit,minggu ketiga kadar amoniak akan mendekati nol, kadar nitrit akan menurun namun kadar nitrat akan meningkat, pada minggu terakhir yaitu minggu keempat, kadar amoniak akan nol, kadar nitrit juga akan mendekati nol dan disertai dengan menurunnya kadar nitrat juga. Penurunan kadar nitrat akan terjadi jika anda menggunakan media live rock dan pengembang biakan jenis 2 rumputan. Rumput yg paling mudah tumbuh adalah rumput jenis caulerpa yg sering dikenal umum dengan nama rumput asem. Rumput asem mulai boleh ditaruh di akuarium pada minggu ketiga atau keempat.
Setelah proses sirkulasi selesai sekitar satu bulanan, anda boleh letakkan beberapa potong batu yg berisikan beberapa jenis caulerpa, bersamaan itu pula boleh anda taruh beberapa astrea snails. Pada masa ini, anda jangan terburu nafsu membeli ikan dan terumbu karang, menurut hemat saya jauh lebih baik setelah peletakan batu caulerpa dan astrea snails, anda biarkan dia tumbuh sampai anda lihat caulerpa tsb bertumbuh banyak, dan pada malam hari akuarium anda telah dipenuhi oleh amphipod dan cocopod serta ditandai banyaknya anak astrea snails. Nah, jika sudah pada tahap tsb barulah anda beli ikan dan terumbu karang sebanyak satu atau dua potong, seperti karang jenis zooantid, sarientas atau karang otak. Sedangkan ikan belilah ikan yg berguna bagi ekosistem adan seperti keling liris, keling bali dan kranjang bali serta udang pelet merah berliskan warna putih (udang dokter). Hal tersebut dipelihara hingga satu sampai dua bulan, dan jgn ada penambahan apa-apa lagi. Tunggu sampai berhasil baru anda coba spesias lain dan terumbu lain.
Setelah anda mengetaahui prinsip-prinsip dasar dari sebuah setup sangat dasar dari akuarium laut, hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah pemeliharan. Pada tahap ini anda harus melakukan hal-hal sebagai berikut ; |