MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR
Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat
  online store  
 

 

   

 

 
Terumbu Karang beserta Ikan Laut (lanjutan)
oleh Hendrawan
 
Selama anda memikirkan kira-kira berapa investasi yg diperlukan ?, Saya akan melanjutkan pengalaman saya pada tahap permulaan setup akuarium laut.

Pada tahap setup ini, hal-hal yg perlu diperhatikan adalah kesabaran dan ketekunan.

Pertama kali yg perlu diperhatikan adalah penempatan akuarium, carilah tempat yg rata dan terkena sinar matahari. Tempat yg rata diperlukan agar dikemudian hari tidak menimbulkan masalah seperti akuarium retak sedangkan terkenanya terpaan sinar matahari, hal tsb dimaksudkan supaya mengurangi biaya dlm setup terutama pencahayaan. Ada beberapa opini yg mengatakan bhw terkenanya cahaya sinar matahari bisa menyebabkan lumut, itu tidak sepenuhnya benar. Mengapa ? Krn tumbuhnya lumut bukan semata-mata penyebabnya adalah sinar matahari, namun terbesar adalah karena kadar DOC (Dissolve Organic Carbon)nya yg tinggi, nitrat, phospate, nitrit dan amoniak, anda coba perhatikan di pelabuhan, kebanyakan lumut-lumut tumbuh di tiang-tiang penyangga dermaga, hal itu terjadi krn air di sekitar pelabuhan telah tercemar bahkan tercemar berat. Oleh karna itu, tidak masalah akuarium anda terkena sinar matahari, malah menurut saya jauh lebih baik terkena sinar matahari, sebuah akuarium yg baik bila terkena sinar matahari tidak akan berlumutan, bila ekosistemnya tidak sempurna dan baik.

Setelah anda mengetahui peletakan akuarium, sekarang kita masuk ke tahap pemasukan pecahan koral, pasir laut yg halus, serta live. Adapun layoutnya bisa anda lihat di bawah ini

 
Gambar 2 . Lay out Substrat Akuarium Laut
 
Pada lapisan pertama dan lapisan kedua, anda bisa kasih zat kimia seperti CaCO3 (Calcium Carbonate) dan

Magnesium Carbonate (MgCO3), dimana zat tsb pada masa jangka panjang akan mampu menghasilkan ion Ca dan Mg serta CO3 yg berguna bagi terumbu karang. Hanya saja hal tsb akan tercapai jika akuarium tsb telah berumur lebih dari 6 bulan bahkan tahunan. Mengenai ide ini, anda boleh ikutin atau tidak,tidak akan menimbulkan masalah.

Metode ini, beberapa orang akan menentang dimana ada pendapat mengatakan pada jangka panjang akan menimbulkan / melepaskan ion gas H2S yg bisa membahayakan terumbu karang (Pelepasan terjadi jika kadar oksigen rendah terutama pada malam hari)……….Hal tsb sebenarnya biasa diatasi dengan dua cara ;

Melalui pemasangan aerator pada malam hari, tapi cara ini kurang bagus krn percikan air dari Airstone akan mengenai lampu.

Menerapkan system RDP (Reverse Daylight Photosyntesis), metode ini paling oke. Cara kerjanya gampang, contoh : Akuarium utama diberi penyinaran dari jam 6 pagi sampai 6 sore, sedangkan 6 sore sampai 6 pagi, yg dikasih pencahayaan adalah akuarium refugium yg penuh dgn caulerpa. Adanya pencahayaan di malam hari pada akuarium refugium mengakibatkan caulerpa akan berfotosintesis, hasil fotosintesis inilah yg menyebabkan supply oksigen pada malam hari tetap tersedia,sehingga pH tdk drop pada malam hari dan subuh hari, Hal ini akan berakibat gas H2S tidak berhasil terurai di dlm akuarium

Sistem yg saya terapkan ini jauh lebih mudah ketimbang system UGF, maaf ya….menurut beberapa literature yg saya baca , system UGF sudah ketinggalan jaman, namun apapun bentuk system yg ada, semuanya terpulang pada pribadi kita masing-masing. Jadi silakan anda memilih jenis system apa yg anda inginkan.

Okay, balik ke topik setup…….

Pasir Laut bisa anda peroleh di Sumenep dgn harga Rp 15.000 perkarung, untuk ukuran 125 cm lebar 55 cm serta ketebalan pasir 10 cm, anda membutuhkan kurang lebih 4 karung pasir. Sedangkan pecahan koral cukup 2-3 karung saja dgn harga perkarung sekitar 20.000 perkarung. Utk Live rock dgn mutu bagus dikenakan harga Rp 5000 per kg, atau Rp 10.000 per bongkah.

Setelah susunan telah selesai anda susun sedemikian rupa dengan teknik seni yg anda miliki, maka anda sekarang dipersilakan memasuki air laut (Catatan : Live Rock tdk boleh dibiarkan terlalu lama di udara) ke akuarium utama dan akuarium refugium (Susunan boleh sama dgn susunan akuarium utama). Air laut yg djual di pasaran rata2 berkisar Rp 75 - Rp 200 per liter. Air yg telah diisi ke dlm akuarium haruslah disirkulasi minimal selama 1 bulan utk mendapatkan hasil yg memuaskan. Utk hasil yg lebih memuaskan, disirkulasi selama 6 bulan.

Proses sirkulasi minimal selama 1 bulan dimaksudkan agar terjadinya siklus nitrogen secara sempurna. Pada minggu pertama umumnya kadar amoniak akan meningkat, minggu kedua kadar amoniak akan menurun disertai dgn meningkatnya kadar nitrit,minggu ketiga kadar amoniak akan mendekati nol, kadar nitrit akan menurun namun kadar nitrat akan meningkat, pada minggu terakhir yaitu minggu keempat, kadar amoniak akan nol, kadar nitrit juga akan mendekati nol dan disertai dengan menurunnya kadar nitrat juga. Penurunan kadar nitrat akan terjadi jika anda menggunakan media live rock dan pengembang biakan jenis 2 rumputan. Rumput yg paling mudah tumbuh adalah rumput jenis caulerpa yg sering dikenal umum dengan nama rumput asem. Rumput asem mulai boleh ditaruh di akuarium pada minggu ketiga atau keempat.

Setelah proses sirkulasi selesai sekitar satu bulanan, anda boleh letakkan beberapa potong batu yg berisikan beberapa jenis caulerpa, bersamaan itu pula boleh anda taruh beberapa astrea snails. Pada masa ini, anda jangan terburu nafsu membeli ikan dan terumbu karang, menurut hemat saya jauh lebih baik setelah peletakan batu caulerpa dan astrea snails, anda biarkan dia tumbuh sampai anda lihat caulerpa tsb bertumbuh banyak, dan pada malam hari akuarium anda telah dipenuhi oleh amphipod dan cocopod serta ditandai banyaknya anak astrea snails. Nah, jika sudah pada tahap tsb barulah anda beli ikan dan terumbu karang sebanyak satu atau dua potong, seperti karang jenis zooantid, sarientas atau karang otak. Sedangkan ikan belilah ikan yg berguna bagi ekosistem adan seperti keling liris, keling bali dan kranjang bali serta udang pelet merah berliskan warna putih (udang dokter). Hal tersebut dipelihara hingga satu sampai dua bulan, dan jgn ada penambahan apa-apa lagi. Tunggu sampai berhasil baru anda coba spesias lain dan terumbu lain.

Setelah anda mengetaahui prinsip-prinsip dasar dari sebuah setup sangat dasar dari akuarium laut, hal lain yang perlu mendapat perhatian adalah pemeliharan. Pada tahap ini anda harus melakukan hal-hal sebagai berikut ;

 
Salinity
Salinity yang diinginkan berkisar pada angka 1.023-1.025. Pada kebanyakan kasus umum, kadar salinity ini semakin lama akan semakin tinggi angkanya, dimana disebabkan karena banyaknya penguapan, nah untuk mengembalikan salinity ke angka normal, anda cukup menuangkan air tawar (bebas nitrat, nitrit, amoniak, silicate dan phospate (bagussnya air kemasan)). Proses penuangan air tawar ini harus dilakukan secara teratur dan perlahan-lahan, maksudnya janganlah anda menurunkan kadar salinitasnya terlalu drastis sekali misalkan dari 1.030 menjadi 1.025. Untuk menaikan kadar salinitas (kondisi yg sangat jarang terjadi-menurut saya), cukup anda menambahkan natrium klorida (bagusnya pakai yg analysis) secara bertahap jgn overdosis, terus dipantau dng menggunakan alat hydrometer yang akurat.
 
pH

pH yg diiinginkan berkisar pada angka sekitar 8.3-8.5, pH harus dijaga agar tidak terlalu besar variansnya dlm waktu satu hari. Pada kasus umum yg sering terjadi, pH mempunyai kecenderungan utk menurun angkanya, hal ini disebabkan karena buffernya yg tidak mencapai angka yg diinginkan dan kurangnya oksigen, serta hal2 lain yg tidak dpt saya jelaska. Hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan baking soda ataupun dgn meningkatkan kadar oksigen melalui aerator ataupun cara lain.

Dosis yg dipakai untuk baking soda adalah ½ sendok teh untuk 100 liter air laut. Apabila Phnya terlalu tinggi anda dpt menurunkan dgn menginjeksi gas carbon oksida, ataupun dgn bahan kimia (penggunaan bahan kimia utk kasus ini tidak akan dibahas karna efeknya yg kurang bagus).

 
Alkalinity (KH)
Alkalinity (Kh) yg diinginkan berkisar pada angkan 8 dKh – 12 dKh. Kejadian umum yg sering dialami adalah kecenderungan menurunnya angka Kh (buffernya pH), penurunan Kh akan mengakibatkan pH jg ikut turun (walaupun tidak selalu demikian), utk mengatasi kejadian tersebut maka anda dpt menggunakan baking soda seperti yg telah diuraikan pada point 2.
 
Zat aditif Ca, Mg, I, Sr

Dalam hal ini, sangat disarankan memiliki alat test Ca, Mg, I dan Sr. Namun mengingat harganya yg cukup menggiurkan alias mahal, maka anda cukup memberikan dosis sesuai dengan aturan yg telah diberikan. Pedoman dasar : Ca dan Mg diberikan setiap sebulan sekali, Iodine dan Strontium diberikan seminggu dua kali jika banyak terumbu karangnya, namun jika terumbu karangnya sedikit cukup seminggu sekali. Perlu diketahui oleh anda sekalian bahwa Calcium, Strontium, Iron serta Alkalinity dan pH yg angkanya tinggi (batas normal tertinggi) serta arus yg tidak monoton akan membuat coralline algae anda bertambah subur dan banyak.

 

  

 

Kecuali disebutkan dengan jelas, seluruh tulisan, gambar, ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish.com