Alga dan Tip Penanggulangannya (bag.3)
Algae Bulu
Merupakan algae dari genus Oedogonium. Algae ini berupa
benang-benang halus berwarna hijau muda tidak bercabang yang tumbuh
bergerombol saling berdekatan, melekat dengan kuat pada
epidermis daun atau batang tanaman. Pada bagian atas daun, algae
ini dapat tumbuh membentuk semacam "padang rumput" dengan
ketebalan 2-20 mm (tergantung pada spesies).
Algae bulu lebih suka tumbuh pada bagian tanaman yang sedang aktif
tumbuh. Kehadirannya dapat membuat daun tanaman mati. Kondisi
air dengan kadar bahan organik dan nitrat tinggi merupakan pemicu
pertumbuhan algae bulu.
Kontrol. Dapat dilakukan secara mekanik dengan
menyingkirkan bagian tanaman/daun yang terjangkit atau rusak.
Menjaga air agar selalu bersih dan atau penggantian air secara rutin
dapat mengontrol perkembangan algae ini. Siput
"ramshorn" diketahui menyukai algae yang masih pendek,
begitu pula dengan ikan Plannobidae dan SAE. Pada
umumnya, setelah masa pertumbuhan cepat, algae bulu akan
pertumbuhannya akan melambat. Preparat khusus untuk algae
benang dapat digunakan, dengan catatan, dosisnya
dilipatduakan agar dapat bekerja lebih efektif melawan algae ini.
Algae Sikat Hitam
Merupakan algae merah dari genus Audouinella. Tumbuh dari
satu titik, berupa benang-benang halus (kadang bercabang), berwarna
hitam-hijau. Panjang antara 5-20 mm, membentuk gerombol
menyerupai sikat.
Algae sikat hitam dapat tumbuh pada semua permukaan benda dalam
akuarium. Menggandakan diri dengan spora. Biasanya tumbuh
mulai dari pinggir daun. Daun yang ditutupi rumpun algae akan
mati. Kondisi air dengan kandungan asam organik tinggi dan
pH rendah diketahui merupakan pemicu pertumbuhan algae ini. Pada
kondisi air dengan kesadahan karbonat tinggi, munculnya deposit
kalsium pada permukaan daun dapat menjadi media tumbuh algae sikat
hitam yang baik.
Kontrol: Ikan dan siput pembersih algae hanya akan memakan
bagian yang masih pendek. Singkirkan/buang daun yang terjangkit.
Pemberian CO2 diketahui berakibat buruk bagi algae ini. Setelah
2-3 bulan pemberian CO2 rumpun-rumpun algae akan terlepas,
sehingga mudah disifon. Apabila menggunakan preparat khusus
untuk algae benang, perlu dilakukan berulang-ulang.
Algae Suspensi
Disebut algae suspensi karena algae ini tumbuh melayang-layang di
dalam air membentuk suatu suspensi. Merupakan algae hijau dari
golongan Volvox. Kehadiran algae ini menyebabkan
air berubah berwarna hijau dan menjadi tidak tembus pandang.
Mereka merupakan koloni dari satuan-satuan algae berbentuk bulat yang
tersuspesi dengan kepadatan tinggi.
Algai ini biasanya terbawa masuk kedalam sistem akuarium melalui
pakan buatan. Intensitas cahaya tinggi dan kelebihan nitrogen
serta unsur hara lain merupakan pemicu pertumbuhan algae ini.
Kontrol: Penggantian air sampai dengan 75 % dapat membantu
mengurangi populasi. Selain itu dapat dilakukan dengan
menerapkan penggelapan total akuarium selama 3 hari dan atau
pemberian algaesida. Dapat pula digunakan filter ultra
violet.
|