Toko Ikan OnlineKoleksi HobiisLelang Ikan OnlineForum DiskusiGallery MemberO-Fish.com

Info Luo Han - Cupang Hias - Pojok Koi - Arwana - Diskus - Akuarium Laut - Info Perundangan - Info Karantina - Maskoki

 

 

 

 

 

 

 

  

   

   Hibrid

 

Hibrid atau hibrida merupakan istilah yang sering digunakan dalam dunia tanaman, sehingga bagi mereka yang telah terbiasa berkecimpung dengan dunia tanaman, istilah ini bukan merupakan hal yang asing. Dewasa ini, istilah ini pun kerap mucul dalam dunia ikan hias, terutama dalam kaitannya dengan pemberitaan-pemberitaan yang berhubungan dengan ikan Louhan. Apakah hibrid tersebut ?.

Apabila kita mencoba mencari padanan kata pada "Thresaurus Webster" mengenai hibrid, maka akan ditemukan kata-kata: bastard, cross, crossbred, crossbreed, half blood, half-breed, mongrel , dan mule sebagai padanannya. Sedangkan kebalikannya adalah : pureblood, purebred , thoroughbred . Arti kata tersebut sendiri di dalam Kamus Webster adalah:

  1. an offspring of two animals or plants of different races, breeds, varieties, species, or genera
  2. a person whose background is a blend of two diverse cultures or traditions
  3. a : something heterogeneous in origin or composition <artificial hybrids of DNA and RNA> <a hybrid of medieval and Renaissance styles> b : something (as a power plant, vehicle, or electronic circuit) that has two different types of components performing essentially the same function

Dalam salah satu kamus Bahasa Inggris-Indonesia, kata hibrid (hybrid) diterjemahkan sebagai : 1) terjadi dari anasir tak sama, yang berbeda jenis 2) campuran 3) tak tulen.

Oleh karena itu, secara umum boleh dikatakan bahwa hibrid adalah keturunan dari “orang tua” yang berbeda jenis, varietas atau unsur genetiknya. Atau lebih lengkapnya adalah keturunan pertama dari hasil persilangan antara 2 invidu yang memiliki genotipe berbeda. Hasil silangn ini akan berupa suatu “individu baru” yang memiliki paduan sifat genetik induknya, yaitu setengah dari induk jantan dan setengah dari induk betina. Tampilan fenotipnya (tampilan fisik/visualnya) bisa tampak rumit, karena akan berupa perpaduan tampilan genotip dengan lingkungannya. Dengan demikian individu hibrid adalah suatu individu yang memiliki dua atau lebih genotipe yang terpadu dan menampilkan suatu tampilan yang khas bagi individu tersebut.

Mengapa sebagian orang tidak menyukai individu hybrid?

Individu hibrid yang merupakan perpaduan dari dua varietas dalam suatu spesies yang sama biasanya tidak akan menimbulkan pertentangan, karena individu baru yang dihasilkan masih akan tetap sebagai spesies yang sama. Hanya varietas saja yang berbeda. Sebagai contoh, adalah perkawinan manusia antara suku bangsa, seperti orang Sumatera Utara dengan orang Jawa Barat, atau orang “Bule” dangan orang Asia. Individu yang dihasilkan tetap dapat mudah dikenali, yaitu sebagai spesies manusia (Homo sapiens sapiens ). Akan tetapi bagaimana halnya apabila persilangan ini dilakukan pada tingkat spesies yang berbeda. Untuk contoh ekstrim, kita misalkan saja dilakukan persilangan antara spesies manusia (Homo sapiens sapiens) dangan Gorila (Gorilla gorilla), yang sama-sama satu family Hominidae. Apa yang terjadi? Individu yang terbentuk adalah paduan dari keduanya. Suatu spesies baru berupa perpaduan manusia dengan gorila. Mungkin tidak bisa disebut sebagai manusia dan tidak bisa pula disebut sebagai gorila, sehingga mungkin diperlukan suatu pengkelasan khusus. Apabila hal ini terjadi, diduga akan memunculkan berbagai reaksi. Bagaimana pula kalau misalnya individu baru ini jalan-jalan ditempat umum, bagaimana karakternya, bagaimana respon-responnya dan bagaimana perasannya dan masih banyak sederetan pertanyaan lainnya.

Kembali ke kasus ikan. Orang sering beranggapan bahwa ikan sama kedudukannya dalam taxonomi dengan manusia. Sehingga tidak jarang yang berargumentasi, hibrida yang terjadi pada ikan sama dengan perkawinan antara suku bangsa pada manusia. Marilah kita lihat Tabel 1. Tabel ini menunjukkan bagaimana posisi ikan dan manusia dalam taxonomi.

Tabel 1. Kedudukan Manusia dan Ikan dalam Sistem Taxonomi.

Kingdom

Animalia

Animalia

Phylum

Chordata

Chordata

Subphylum

Vertebrata

Vertebrata

Class

Mamalia

Pisces (Ikan)

Order

Primates

Perciformes

Family

Hominids

Anabatnoids

Genus

Homo

Betta

Spesies

Sapiens (Manusia)

Splendens

Varietas

Asia

Double Tail

Berdasarkan tabel tersebut terlihat bahwa menyamakan posisi ikan dengan manusia dalam system taxonomi adalah tidak tepat, manusia adalah nama spesies, sedangkan ikan adalah nama kelas. Manusia boleh dikatakan sama posisinya dalam taxonomi dengan ikan bila secara jelas disebutkan spesies ikannya, seperti contoh ikan cupang (Betta splendens).

Beberapa jenis ikan diketahui banyak disilangkan pada tingkat varietas, seperti cupang, atau discus. Sehingga kehadirannya diterima oleh semua hobiis. Mereka tidak menimbulkan kebingungan dari sisi taxonomi, dan tidak pula melahirkan spesies baru. Cupang varietas baru tetap menyandang nama Betta splendens , begitu juga dengan Discus. Akan tetapi ketika muncul Blood Parrot beberapa tahu lalu, yang merupakan silangan pada tingkat spesies, yaitu antara Cichlasoma citrinellum dengan Cichlasoma synspilum , tidak dapat dihindari muncul resistensi di sebagian kalangan hobiis. Selain membingungkan dalam taxonomi juga penyimpangan bentuk yang terjadi tidak dapat diterima semua orang. Dan spesies buatan ini pun dianggap sebagai ulah manusia yang bermain-main dengan alam, yang tidak puas degan anugerah alam yang telah melahirkan ribuan jenis ikan.

Mudah-mudahan tulisan kecil ini dapat membantu menjelaskan, kenapa sebagaian orang tidak bias menerima hibrida ikan antar spesies yang telah diciptakan sejauh ini. Dengan tulisan ini diharapkan dapat memunculkan pemahanan lebih baik terhadap munculnya pro dan kontra dalam kelahiran hibrida baru dalam dunia ikan hias baik yang terjadi di masa lalu, sekarang, dan mungkin di masa yang akan datang.