Maskoki sangat sensitif terhadap kadar klorin yang biasa digunakan sebagai desinfektan pada air olahan. Oleh karena itu dalam menyiapakan air bagi mereka pastikan bahwa air tersebut bebas dari klorin. Hal ini dapat dilakukan dengan mengendapkan terlebih dahulu air tersebut, atau dengan menambahkan antiklorin.
Maskoki merupakan ikan yang banyak mengeluarkan sekresi dari tubuhnya. Hal demikian dapat memicu terbentuknya amonia dalam air. Amonia yang terbentuk dapa menjadi racun bagi ikan berangsangkutan, terutama bila kadarnya sudah mencapai 2 ppm. Pergantian air atau penggunakan sistem filtrasi yang baik akan sangat membantu agar air akuarium maskoki dapat selalu terjaga kadar amonianya dibawah nilai 2 ppm, atau bahkan 0 ppm.
Logam berat terlarut seperti Zn (seng) atau Cu (tembaga) bersifat racun bagi maskoki dan juga ikan jenis lainnya. Oleh karena itu sangat tidak direkomendasikan untuk memelihara atau meletakkan maskoki dalam bak-bak yang terbuat dari bahan seng atau bahan lainnya yang dapat melepaskan seng atau tembaga kedalam air. Maskoki, meskipun demikian, diketaui toleran terhadap kadar besi dalam air hingga batas tertentu.
Bagi mereka yang akan memelihara maskoki dengan menggunakan air alami, tidak ada salahnya diwaspadai pula kemungkinan hadirnya berbagai bahan pencemar yang mungkin masuk dari lingkungan sekitarnya, seperti phenol; merkuri, minyak, kadmium, dan juga insektisida. |