Untuk mendapatkan starter bisa diperoleh di balai-balai penelitian yang kemungkinan memiliki koleksi bloodworm. Blood worm biasanya digunakan dalam penelitian polusi perairan (lingkungan) dan sebangsannya. Dengan demikian badan-badan yang berhubungan dengan lingkungan bisa diharapkan memiliki koleksi tersebut.
Cara lain adalah menghubungi petani-petani pengumpul bloodworm. Atau, mencarinya sendiri di alam, di badan-badan perairan bebas.
Apabila hal tersebut diatas tidak memungkinkan anda bisa menyiapkannya sendiri:
Siapkan wadah (akuarium, bak, paso dll) isi dengan air. Letakkan wadah tersebut diluar rumah. Masukan kedalamnya pasir sangat halus plus bahan organik, atau masukan dedauan kedalamnya, biarkan beberapa diantaranya tenggelam dan membusuk didasar wadah tersebut. Setelah tiga-empat minggu, periksa didasar wadah tersebut, apakah bloodworm sudah "tumbuh" disana. Mereka agak sulit dilihat, karena biasanya mengubur diri dalam rumah tabung, berupa partikel organik dan/atau pasir. Apabila "cacing-cacing" tersebut sudah ada, kumpulkan. Lebih banyak larva yang didapat akan lebih baik. Setelah itu anda berarti siap untuk menuju langkah berikutnya.
Langkah berikutnya adalah memelihara larva tersebut hingga menjadi seranga dewasa. Pelihara larva yang didapatkan di atas pada wadah yang telah disiapkan (anda bisa menggunakan wadah sebelumnya). Untuk tumbuh dengan baik larva memerlukan substrat, substrat tersebut pada umumnya adalah partikel organik. Oleh karena itu, bisa digunakan hancuran daun dari wadah sebelumnya, atau gunakan bahan organik lainnya. Bisa juga dengan menggunakan bubur kertas yang tidak mengalami proses pemutihan (bleching). Untuk makananya bisa diberikan pakan ikan yang digerus halus. (Di alam, blood worm memakan bakteri, algae, dan detritus organik lainnya). Masukan secukupnya. Tambahkan kembali pakan tersebut, apabila telah habis dikosumsi.
Setelah beberapa lama (hari,atau minggu, tergantung pada spesiesnya) larva-larva tersebut akan mulai membentuk kepompong (pupa). Pembentukan kepompong pada umumnya tidak akan mendapatkan masalah yang berarti, sehingga biasanya tahap ini bisa dilalui dengan lancar. Apabila kepompong pertama telah terlihat pindahkan wadah tersebut kedalam "kandang", atau buat disekitar wadah tersebut "kandang" yang terbuat dari kasa nyamuk.
Perubahan dari kepompong menjadi imago bisa dikatakan merupakan tahap kritis, karena tidak semua imago bisa keluar dari kepompongnya dengan sukses. Beberapa diantaranya tidak keluar sama sekali, sedangkan beberapa yang lain keluar hanya sebagian sehingga cacat dan akhirnya tewas. Bagi mereka yang berhasil keluar, prosesnya bisa terjadi dalam periode yang tidak bersamaan, sehingga akan menyulitkan dalam perkawinan karena usia yang berbeda. Oleh karena itu, dianjurkan untuk menyiapkan larva dalam jumlah banyak.
Apabila dijumpai banyak pasangan chironomus yang suksek menjadi serangga dewasa, maka bisa diharapkan budidaya bloodworm ini akan terus berlanjut. Adakalanya pasangan yang dihasilkan terlalu sedikit sehingga mereka gagal kawin. Apabila ini terjadi, usaha budidaya bisa terputus. Untuk itu usahakan untuk mendapatkan larva sebanyak mungkin pada saat persiapan starter. |