MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR
Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat
 
koleksi hobiis
profil hobiis
online store  
 

 

   

 

 
DAPHNIA
Persyaratan Hidup

Daphnia hidup pada selang suhu 18-24°C Selang suhu ini merupakan selang suhu optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan Daphnia. Diluar selang tersebut, Daphnia akan cenderung dorman. Daphnia membutuhkan pH sedikit alkalin yaitu antara 6.7 sampai 9.2. Seperti halnya mahluk akuatik lainnya pH tinggi dan kandungan amonia tinggi dapat bersifat mematikan bagi Daphnia, oleh karena itu tingkat amonia perlu dijaga dengan baik dalam suatu sistem budidaya mereka. Seluruh spesies Daphnia diketahui sangat sensitif terhadap ion-ion logam, seperti Mn, Zn, dan CU, dan bahan racun terlarut lain seperti pestisida, bahan pemutih, dan deterjen.

Daphnia merupakan filter feeder, artinya mereka "memfilter" air untuk medapatkan pakannya berupa mahluk-mahluk bersel tunggal seperti algae, dan jenis protozoa lain serta detritus organik. Selain itu, mereka juga membutuhkan vitamin dan mineral dari dalam air. Mineral yang harus ada dalam air adalah Kalsium, unsur ini sangat dibutuhkan dalam pembentukan "cangkang"nya. Oleh karena itu, dalam wadah pembiakan akan lebih baik apabila di tambahkan potongan batu kapur, karang (koral) batu apung dan sejenisnya. Selain dapat meningkatkan pH bahan tersebut akan memberikan suplai kalsium yang cukup bagi Daphnia. Beberapa jenis kotoran hewan yang sering dijadikan "media" tumbuh Daphnia seringkali telah mengandung kalsium dalam jumlah cukup, dalam kondisi demikian kalsium tidak perlu lagi ditambahkan.

Daphnia diketahui toleran dengan kadar oksigen terlarut rendah. Pada kondisi dengan kadar oksigen terlarut rendah, mereka akan membentuk hemoglobin untuk membantu pendistribusian oksigen dalam tubuh mereka. Kehadiaran hemoglobin ini sering menyebabkan Daphnia berwarna merah. Hal ini tidak akan terjadi apabila kadar oksigen terlarut cukup. (Warna Daphnia seringkali ditentukan oleh jenis pakan yang dikonsumsi, sebagai contoh apabila mereka mengkonsumsi algae, maka tubuhnya akan cenderung berwarna hijau). 

Suplai oksigen dapat diberikan pada kultur untuk menjamin kadar oksigen yang memadai. Oksigen dapat diberikan dalam bentuk gelembung besar, tanpa melalui distributor seperti batu berpori. Berikan gelembung ini secara perlahan. Gelembung udara halus, seperti dihasilkan oleh batu aerasi dapat terjebak dalam tubuh Daphnia sehinga menyebabkan binatang tersebut terekspos ke permukaan dan mati. Selain itu gelembung halus dapat menyebabkan air menjadi jenuh oksigen. Air jenuh oksigen diketahui bersifat "racun" bagi Daphnia.

 
Alternatif Teknik Budidaya

Dengan memahami riwayat hidup dan perilaku Daphnia seperti diuraikan sebelumnya, semestinya tidak akan ada lagi hambatan dalam membudidayakan Daphnia. Daphnia dapat dibudidayakan dikolam (outdoor) atau dalam wadah tetentu yang ditempatkan di dalam rumah (indoor). Uraian berikut hanya akan menyinggung alternatif budidaya secara indoor.

Budidaya daphnia dapat dilakukan di sebarang wadah, selama wadah tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang tidak disukai Daphnia. Untuk wadah kecil direkomendasikan untuk memilih wadah dangkal. Apabila anda ingin menggunakan wadah lebih tinggi, pilihlah wadah dengan luas permukaan lebih besar. 

Kedalam wadah tersebut masukanlah air yang telah dikondisikan sedemikian riupa sehingga memenuhi sarat parameter air yang diperlukan bagi kehidupan Daphnia. Selanjutnya masukanlah starter Daphnia. Starter Daphnia bisa didapatkan dengan cara membeli di penjual ikan hias, atau bisa pula mendapatkannya dengan cara menangkap di alam. Sekarang anda sudah siap dengan kultur Daphnia. Apa yang perlu dilakukan kemudian? Yaitu memberi makan.

Seperti disebutkan sebelumnya Daphnia adalah filter feeder, oleh karena itu anda perlu menyiapkan pakan yang sesuai. Algae bersel tunggal, bakteri, dan protozoa adalah salah satu pilihan. Tapi anda juga bisa memberikan pilihan lain, filter feeder boleh dikatakan bukan termasuk pemilih makanan, mereka akan menyaring apa saja selama itu merupakan suatu pertikel organik. Oleh karena itu, anda bisa menyiapkan pertikel organik lain yang cocok untuk pertumbuhan binatang tersebut, diantaranya adalah yang mengandung protein cukup. Dengan demikian, anda bisa memasukan tepung kedelai, susu bubuk, dan tepung lain yang mengadung protein tinggi sebagai pilihan.

Apabila diputuskan untuk memberi pakan dengan algae, bekteri, atau protozoa. Maka hal ini bisa dibuat secara terpisah di tempat lain. Algae dan bekteri serta protozoa dapat disiapkan dengan memasukan kotoran hewan kering, seperti kotoran ayam atau sapi/kerbau. Anda bisa saja merebus terlebih dahulu bahan tersebut apaila tidak ingin ada kontaminan yang tidak dikehendaki. Masukan kira-kira satu atau dua gengam kotoran hewan kering kedalam seember air besar, kemudian simpan diluar ditempat yang terkena sinar matahari . Dalam satu dua hari ari itu sudah akan berwarna hijau. Apabila algae telah terbentuk, ambilah air tersebut sebagai pakan kultur anda. 

Khamir atau yeast (Gambar 1) merupakan salah satu alternatif pakan yang lumayan baik. Yeast merupakan orgnaisme bersel tunggal yang sering digunakan dalam proses fermentasi, diantaranya adalah sebagai ragi roti. Anda bisa menyiapkan mahluk ini dengan "melarutkan" satu sendok teh yeast dalam segelas air, sebelum diberikan kedalam kultur.

 
Gambar 1.
Yeast di Bawah Mikroskop
 

Pemberian tepung kedelai dan tepung lain, sering pula disertai dengan pengkayan dengan melarutkan bahan tersebut dalam air dan diberikan larutan multivitamin. 

Anda dapat pula memberikan pakan secara kombinasi atau variasi dari berbagai pilihan diatas.

Pemberian pakan cukup dilakukan hingga kultur tampak berkabut, jangan diberikan belebihan. Karena kelebihan pakan akan berkibat fatal bagi kultur anda. Apabila kultur anda "sehat" maka dalam waktu beberapa jam kabut pakan tersebut akan menghilang. Anda boleh menambahkan kembali pakan, apabila air kultur sudah menjelang jernih kembali.

Pada umumnya kultur sudah akan berkembang setelah 2-3 hari. Dan anda bisa memanennya setelah itu. Kultur disarankan diletakan ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung. Pemberian pencahayaan selama 24 jam terus menerus diketahui dapat memicu perkembangan yang baik. 

HAL SEBELUMNYA

  

 

Kecuali disebutkan dengan jelas, seluruh tulisan, gambar, ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish.com