Dengan memahami riwayat hidup dan perilaku Daphnia seperti diuraikan sebelumnya, semestinya tidak akan ada lagi hambatan dalam membudidayakan Daphnia. Daphnia dapat dibudidayakan dikolam (outdoor) atau dalam wadah tetentu yang ditempatkan di dalam rumah (indoor). Uraian berikut hanya akan menyinggung alternatif budidaya secara indoor.
Budidaya daphnia dapat dilakukan di sebarang wadah, selama wadah tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang tidak disukai Daphnia. Untuk wadah kecil direkomendasikan untuk memilih wadah dangkal. Apabila anda ingin menggunakan wadah lebih tinggi, pilihlah wadah dengan luas permukaan lebih besar.
Kedalam wadah tersebut masukanlah air yang telah dikondisikan sedemikian riupa sehingga memenuhi sarat parameter air yang diperlukan bagi kehidupan Daphnia. Selanjutnya masukanlah starter Daphnia. Starter Daphnia bisa didapatkan dengan cara membeli di penjual ikan hias, atau bisa pula mendapatkannya dengan cara menangkap di alam. Sekarang anda sudah siap dengan kultur Daphnia. Apa yang perlu dilakukan kemudian? Yaitu memberi makan.
Seperti disebutkan sebelumnya Daphnia adalah filter feeder, oleh karena itu anda perlu menyiapkan pakan yang sesuai. Algae bersel tunggal, bakteri, dan protozoa adalah salah satu pilihan. Tapi anda juga bisa memberikan pilihan lain, filter feeder boleh dikatakan bukan termasuk pemilih makanan, mereka akan menyaring apa saja selama itu merupakan suatu pertikel organik. Oleh karena itu, anda bisa menyiapkan pertikel organik lain yang cocok untuk pertumbuhan binatang tersebut, diantaranya adalah yang mengandung protein cukup. Dengan demikian, anda bisa memasukan tepung kedelai, susu bubuk, dan tepung lain yang mengadung protein tinggi sebagai pilihan.
Apabila diputuskan untuk memberi pakan dengan algae, bekteri, atau protozoa. Maka hal ini bisa dibuat secara terpisah di tempat lain. Algae dan bekteri serta protozoa dapat disiapkan dengan memasukan kotoran hewan kering, seperti kotoran ayam atau sapi/kerbau. Anda bisa saja merebus terlebih dahulu bahan tersebut apaila tidak ingin ada kontaminan yang tidak dikehendaki. Masukan kira-kira satu atau dua gengam kotoran hewan kering kedalam seember air besar, kemudian simpan diluar ditempat yang terkena sinar matahari . Dalam satu dua hari ari itu sudah akan berwarna hijau. Apabila algae telah terbentuk, ambilah air tersebut sebagai pakan kultur anda.
Khamir atau yeast (Gambar 1) merupakan salah satu alternatif pakan yang lumayan baik. Yeast merupakan orgnaisme bersel tunggal yang sering digunakan dalam proses fermentasi, diantaranya adalah sebagai ragi roti. Anda bisa menyiapkan mahluk ini dengan "melarutkan" satu sendok teh yeast dalam segelas air, sebelum diberikan kedalam kultur.