Salah satu jenis evolusi ikan terhadap jenis pakannya dicirikan dengan terdapatnya sistem pencernaan yang berbeda. Beberapa ikan menjadi termasuk pada kelompok pemakan algae atau tumbuhan (hirbovora), lainnya termasuk pada pemakan daging (karnivora), sedangkan sisanya termasuk pada pemakan segala (omnivora). Pengelompokan selanjutnya dapat dilakukan pada jenis pakan yang dikonsumsi, sebagai contoh ikan karnifora dapat dibagi lagi menjadi ikan insektifora (pemakan serangga), mullusifora (pemakan invertebrata),dan piscifora (pemakan ikan)
Ikan herbifora perlu mengolah pakannya berupa "sayuran". Ikan jenis ini berevolusi dengan membentuk usus yang panjang yang agar dapat mengakomodasikan keluaran yang kontinyu secara perlahan dari bahan-bahan asal tumbuhan yang dicernanya. Pada beberapa spesies sistem pencernaannya mengandung jenis bakteri tertentu untuk mambantu dalam memroses serat-serat tumbuhan seperti selulosa agar dapat menghasilkan gula sederhana yang selanjutkan akan diserap dengan mudah oleh tubuhnya.
Ikan pemakan ikan secara fisiologi telah beradaptasi untuk mampu mengolah ikan secara keseluruhan. Ikan ini tidak memerlukan usus yang panjang. Mereka pada dasarnya dilengkapi dengan perut yang mampu mencerna pakan dalam jumlah besar dengan bantuan asam perut dan berbagai jenis enzim.
Dengan kondisi sistem perncernaan yang berbeda tersebut akan menjadi jelas bagi kita mengenai permasalahan-permalahan yang mungkin timbul apabila kita memberikan pakan berupa sayuran pada ikan pemakan ikan, atau sebaliknya, memberikan ikan mentah pada ikan pemakan sayuran. Ikan pemakan daging pada umumnya sangat bersifat selektif, sehingga apabila dipaksakan untuk memakan pakan berbahan dasar sayuran, maka perutnya tidak akan efesien dalam mengolah jenis pakan tersebut. Akibatnya ikan bisa kelaparan dan mengalami ketidakseimbangan gizi yang pada akhirnya akan membawanya ke kematian. Berbeda halnya dengan ikan piscivora, ikan herbivora kebanyakan lebih bersifat pemakan fakultatif -mereka berevolusi memakan bagian tumbuhan karena makanan tersebut paling banyak tersedia bagi mereka, akan tetapi pada dasarnya mereka gemar makanan lain yang lebih bergizi apabila tersedia. Oleh karena itu ikan herbivora akan memakan dengan lahap daging ikan segar yang diberikan padanya. Dan karena kandungan gizinya lebih tinggi dibandingkan dengat dengan diet normlanya, berupa tumbuhan, ikan tersebut malah bisa mendapatkan gizi lebih banyak dari yang diperlukan.
Kelebihan protein pada diet ikan akan digunakannya sebagai sumber energi dan akan lebih dikataboliskan dibandingkan dengan karbohidrat dan lipid. Kelebihan protein yang tidak proposional pada akhirnya akan di ekskresikan dalam bentuk amonia yang bisa menjadi bahan cemaran pada air akuarium. |