MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR
Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat
 
koleksi hobiis
profil hobiis
online store  
 

 

   

 

 
AXOLOTL, Ikan Aneh yang Tidak Aneh
Bagi yang pertama kali melihatnya mungkin saja hewan ini dianggap sebagai ikan aneh. Keanehannya justru terletak pada penyebutannya sebagai ikan, padahal hewan ini tidak tergolong ikan. Apabila diamati akan tampak bahwa mereka bukan golongan ikan-ikanan. Kehadiran 4 buah kaki pada tubuhnya jelas akan menggugurkan pengelompokannya sebagai ikan. Mereka adalah hewan amfibi yaitu golongan reptil yang hidup dan telah beradaptasi dengan lingkunan air. Kalau anda pernah melihat larva kodok atau kecebong, kurang lebih seperti begitulah analoginya. Hewan ini dikenal sebagai Axolotl.
 
Gambar 1. Axolotl Albino
Gambar 2. Axolotl Golden Albino
Axolotl hadir dengan berbagai macam variasi warna dari mulai warna dasar hitam, kehijauan , albino dan juga kuning. Yang menarik dari biantang ini adalah kehadiran insangnya yang berada diluar tubuhnya. Insang ini tampak berada disamping kepalanya sehingga sepintas tampak seperti tanduk. Kehadiran organ ini, terutama bagi orang-orang Timur, sering menimbulkan fantasi yang dikaitkan pada suatu legenda mengenai ular naga sehingga tidak jarang mereka disebut sebagai ikan naga.
 
Gambar 3 . Axolotl Melano
 
Axolotl adalah golongan salamander. Dibandingkan dengan salamander pada umumnya mereka mempunyai ukuran cukup besar. Hewan ini berasal dari daerah-daerah di Mexico, di sekitar danau Xochimilco dan danau Chalco sehingga nama ilmiah biantang ini disebut sebagai Ambystoma mexicanum. Nama axolotl diambil dari bahasa Aztec ‘Nahutl’, yang artinya anjing air atau dog fish ( atl untuk air, dan xolotl artinya anjing ). Axolotl mungkin merupakan amphibian yang paling dikenal dibandingkan jenis salamander lainnya. Mereka sudah cukup lama menjadi hewan peliharaan, sebagai hewan kesayangan ( pet ) ataupun sebagai bahan penelitian. Sedangkan di tempat asalnya sering dijadikan sebagai bahan makanan dan juga sebagi obat.
 
Gambar 4 .
Insang Yang Tidak Jarang Difantaskan sebagai Tanduk
 
Insang yang tidak jarang difantasikan sebagai tanduk
Axolotl berkerabat dekat dengan tiger salamander ( Ambystoma tigrinum ). Larva axolotl dan larva tider salamander sangat serupa, sehingga tidak jarang para hobiis salah beli. Yang membedakan keduanya adalah larva tiger salamander memiliki corak loreng, seperti harimau, sesuai namanya, salamander harimau. Sedangkan axolotl cenderung polos. Perbedaan utama kedua adalah bahwa axolotl mempertahankan bentuk neoteni, yaitu mepertahankan bentuk dalam airnya hingga mencapai usia dewasa atau dengan kata lain betuk dewasanya tetap sama dengan bentuk larvanya, sementara tiger salamander akan bermetamorfosis menjadi bentuk reptil darat.
 
Gambar 5.
Bentuk Axolotl yang Telah Bermatamorfosis Menjadi Bentuk Reptil Darat
 

Axolotl liar tidak umum bermetamorfosis bila tidak terpaksa. Yang dimaksud terpaksa disini adalah seperti lingkungan yang kurang air sehingga axolotl terpaksa meninggalkan bentuk larva dan bermetamorfosis ke bentuk darat. Bentuk darat dari axolotl mirip dengan bentuk larvanya, dengan perbedaan insang yang menghilang, ekor yang lebih kompres dan mata yang nampak menonjol. Kehadiran hormon tertenu diketahui dapat memicu axolotl bermetamrofosis kedalam bentuk reptil darat. Selain itu penambahan sejumlah kecil iodine kedalam air juga bisa memicu hal yang sama.

Sesuai dengan bentuk larva yang hidup di air, axolotl dewasa (yang tidak bermetamorfosis) memiliki 3 pasang insang yang tampak menonjol di kedua belah sisi kepalanya, dan ekornya masih tampak bersirip. Walaupun masih dalam bentuk larva, namun axolotl sudah bisa bereproduksi seperti halnya salamander dewasa. Di alam Axolotl sudah mendekati kepunahan, karena polusi dan hal lainnya sehingga mereka dimssukan dalam kelompok hewan yang dilindungi dan tercantum dalam CITES II. Meskipun demikian di kaptivitas, hewan ini masih sangat banyak.

Axolotl bisa mencapai ukuran 25 cm, tetapi pada umumnya berkisar di ukuran 20 cm. Axolotl liar berwarna abu-abu gelap, sementara axolotl peliharaan, karena hasil domestikasi, bisa ditemukan dalam berbagai warna, termasuk albino dan golden albino.

 
Pemeliharaan

Pemeliharaan axolotl termasuk mudah, karena axolotl hidup sepenuhnya di dalam air. Ukuran minimum untuk seekor axolotl dewasa adalah akuarium berukuran 50 cm, Sementara bila hendak memelihara beberapa axolotl diperlukan ukuran akuarium yang lebih besar. . Suhu air sebaiknya diset pada suhu 16 – 18°C. Suhu yang lebih rendah mengakibatkan hewan ini malas bergerak dengan metabolisme yang lebih lambat, sementara pada suhu yang lebih tinggi hewan ini cenderung akan stress, metabolisme akan lebih cepat dan lebih sering makan. Mereka disarankan untuk diperlihara pada kisaran pH 7.4- 8.2.

Axolotl sebaiknya dipelihara sendiri, bila dipelihara dengan ikan, maka akan ada kemungkinan ikan-ikan tersebut menggigiti insang axolotl. Hal tersebut sebenarnya bukan merupakan masalah besar karena kemampuan ber-regenasi dari hewan ini sangat mengagumkan, insang tersebut akan tumbuh kembali dalam waktu yang singkat. Hal ini juga berlaku untuk tangan dan kakinya. Penulis pernah mendapati tangan axolotl miliknya putus digigit ikan, dalam waktu seminggu sudah tumbuh tangan baru yang sempurna.

Dalam pemeliharaannya Axolotl terutama makan cacing, walaupun bisa diberi makan potongan beef heart, atau juga ikan kecil.. Hewan ini mencari makan dengan mengandalkan penciuman dan gurat sisinya. Sedangkan matanya tidak berfungsi dengan baik. Setiap gerakan dari mangsanya atau makanan yang dijatuhkan dari permukaan air akan dideteksinya dengan menggunakan gurat sisinya sehingga mereka bisa mengetahui dimana manganya berada. Pada jenis pakan yang diam didasar akuarium akan dilacaknya dengan menggunakan penciumannya. Pada dasarnya axolotl akan cenderung memangsa apa saja yang disodorkan didepan mukanya.

Set-up akuarium untuk axolotl sebaiknya kosong, walaupun axolotl lebih menyukai bila banyak tanaman air. Bila ingin diisi dengan gravel pilih garvel berukuran besar. Hal tersebut dikarenakan axolotl memakan mangsanya dengan cara menyedot dengan tiba-tiba. Bila gravel dalam akuarium berukuran kecil, ada kemungkinan gravel tersebut ikut tersedot, sehingga bisa membahayakan kesehatannya. Dalam banyak kasus, gravel yang berukuran sangat kecil terbuang kembali setelah pencernaan, akan tetapi lebih baik tidak mengambil resiko demikian. Air akan lebih baik bila diberi aerator sehingga kaya akan oksigen, tetapi jangan sampai berarus. Pemakaian filter sangat penting unutk menjaga kondisi air tetap optimum dan bersih karena axolotl sering mengotorkan air akuarium.

Photo: Patrick Steindberber, Henk Wallays.

  

 

Kecuali disebutkan dengan jelas, seluruh tulisan, gambar, ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish.com