

Photo: JJPhoto (atas), Marshall P (bawah)
Ctenolucius hujeta (Freshwater Barracuda,
Hujeta Gar) Hujeta gar merupakan ikan dengan bentuk ramping
memanjang. Moncong dan mulutnya panjang dengan rahang atas
sedikti lebih panjang dibandingkan dengan rahang bagian bawah.
Warna badannya perak sedangkan sirip transparan. Ekornya
bercabang dan terdapat bintik hitam pada pangkalnya. Pada
pencahayaan tertentu Hujeta gar dapat memunculkan warna pelangi emas
atau biru. Hujeta gar merupakan ikan asal Amerika Selatan dan Tengah
yaitu di Rio Magdalena, Columbia. Selain itu, dijumpai juga di
Panama dan Venezuela. Di habitat aselinya, ikan ini kerap
dijumpai sedang memburu mangsanya dalam suatu kelompok berjumlah
banyak. Hujeta gar merupakan predator, oleh karena itu
ia hanya bisa dicampur dengan ikan lain yang ukuran tubuhnya
lebih besar. Seperti kebiasan ikan predator, mereka tidak akan
memangsa (mengabaikan) ikan yang ukurannya tidak mungkin untuk
ditelannya. Untuk hidupnya diperlukan pH pada selang 6.5 - 7.5, 5 -
20 dH, dan selang temperatur 23 - 27 °C. Hujeta gar dapat tumbuh
hingga mencapai panjang 70 cm. Pakan: berupa pakan hidup,
seperti; ikan, cacing, dan serangga besar. Jenis Kelamin:
Hujeta betina memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan jantan,
dan pada masa kawin betina akan memiliki perut lebih buncit.
Pinggiran sirip anal jantan tampak berjumpai, sedangkan sirip anal
betina rata. Breeding: Breeding biasanya berlangsung pada
suhu air 25 - 28°C. Setelah berkasih-kasih telur akan
disebarkan di permukaan air, yang selanjutkan akan tenggelam dan
menempel pada tanaman atau bebatuan. Untuk pemijahan biasanya
dianjurkan untuk mencampurkan dua jantan dengan satu betina.
Pemijahan biasanya akan berlangsung hingga 3 jam. Hujeta bisa
memproduksi telur hingga 3000 butir. Telur akan menetas dalam waktu 1
- 2 hari. Burayak sudah akan berenang dalam waktu 4 - 5
hari. Mereka pada awalnya bisa diberi pakan berupa artemia, kutu air,
atau rotifera. Setalah satu minggu dapat diberi pakan dengan
ukuran lebih besar. Huteja muda perlu diberi pakan berapa kali
dalam sehari, hal ini untuk mencegah terjadinya kanibalisme diantara
mereka.
|