Ngantuk
Toko Ikan OnlineKoleksi HobiisLelang Ikan OnlineForum DiskusiGallery MemberO-Fish.com

Info Luo Han - Cupang Hias - Pojok Koi - Arwana - Diskus - Akuarium Laut - Info Perundangan - Info Karantina - Maskoki

O-Fish: Gambusia affinis

  

  

 

   

    

 

 

 

Gambusia affinis
Ikan asing yang sangat Indonesia
 

Siapapun yang sempat meluangkan waktu melihat-lihat selokan, got, sawah, parit, danau atau perairan lainnya berpeluang besar akan menemukan ikan jenis ini dengan mudah. Orang Jawa Barat sering menyebutnya sebagai ikan Gendot, mungkin karena bentuk perut ikan betina yang selalu tampak gendut atau disebut juga sebagai Bungkreung. Sedangkan kebanyakan orang menyebutnya sebagai ikan cere atau ikan got.

Sayang sekali di akuarium ikan ini sering berumur tidak lebih dari 5 menit. Mengapa begitu??. Karena ikan ini di kalangan hobiis ikan hias sering hanya dijadikan sebagai pakan bagi ikan pemangsa, seperti Arwana atau ikan dari keluarga cichlidae. Tidak seperti saudara sepupunya Guppy yang mendapat tempat tersendiri di sebagian hobiis ikan hias. Memang betul, Gambusia affinis dan Guppy (Poecilia reticulata) termasuk dalam satu keluarga, yaitu keluarga Poeciliidae.

Meskipun sering "tidak mendapat tempat" di kalangan hobiis ikan hias, G affinis sangat berjasa bagi masyarakat Indonesia bahkan di banyak tempat di dunia. Di Indonesia setidaknya jasa mereka sudah dimulai sejak abad 18, ketika bangsa Inggris pertama kali memasukkan mereka ke wilayah Indonesia. Tugas utama mereka adalah sebagai pembasmi jentik nyamuk di perairan terbuka, khususnya nyamuk malaria yang pada masa itu menjadi momok yang menakutkan. Tugas ini tidak hanya dilakukan di Indonesia tetapi juga dibanyak tempat lainnya. Hingga kini tugas tersebut masih tetap dilakukannya dengan setia.

Gambar 1. G. affinis betina
 
Gambar 2. G. affinis jantan
 
Gambar 3.
Gonopod pada G affinis jantan tampak berkembang dengan baik.

G. affinis sudah teramat akrab di perairan Indonesia. Mereka mudah ditemukan di mana-mana. Mereka telah pula memiliki nama lokal ditempat mereka berada. Begitu akrabnya kehadiran mereka sehinnga tidak sedikit yang mengira bahwa mereka adalah asli asal Indonesia. Meskipun demikian, seperti dikemukakan diatas, G. affinis bukanlah penghuni asli perairan Indonesia. Mereka berasal dari perairan Texas Amerika.

G. affinis termasuk keluarga Poeciliidae. Mereka tergolong dalam jenis ikan yang mempunyai sifat dimorphisme sexual, yaitu kelompok ikan yang memiliki perbedaan dengan jelas antara jantan dan betina. Ikan betina (Gambar 1) mempunyai ukuran lebih besar. Ukurannya bisa mencapai panjang 6.5 cm. Tubuh membulat dan bonsor. Sedangkan ikan jantan berukuran lebih kecil (Gambar 2.). Ukurannya berkisar antara 3.5 hingga 4 cm. Bertubuh langsing dan mempunya godopod yang berkembang dengan baik (Gambar 3.)

Reproduksi G affinis dilakukan dengan pasangan 1 jantan dengan 2 betina. Mereka berreproduksi secara ovovivipar atau melahirkan. Di alam aslinya mereka hidup pada perairan dengan kisaran suhu 20° - 22° C, pada pH 7.0 hingga 8.0. Bayi G affinis biasanya diberi pakan naupli artemia atau zooplankton. G affinis betina bisa melahirkan burayak antara 10 hingga 80 ekor.

Bila berminat dipelihara dalam akuarium, direkomendasikan agar mereka dipelihara pada akuarium tersendiri, tidak dicampur dengan jenis ikan lainnya. G affinis dewasa adalah pemakan pakan hidup, diantaranya adalah jentik nyamuk. Tidak jarang mereka, terutama ikan betina, memangsa anaknya sendiri.

Memelihara mereka boleh jadi bisa menjadi kesenangan tersendiri. Perilakunya sangat menyenangkan dan menghibur. Apalagi pemeliharaannya dipadukan dengan akuarium tanaman.

Photo: Wahyu Purwakusuma

 

Copyright  2002-2005 © O-FISH. All Rights Reserved
Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini
dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-FIsh.com