MEDIA INFORMASI IKAN HIAS DAN TANAMAN AIR
Pastikan Aquarium Anda Indah dan Sehat
 
koleksi hobiis
profil hobiis
online store  
 

 

   

 

 
Hujeta Gar, Barracuda Air Tawar( Ctenolucius hujeta )
Hujeta gar merupakan ikan dengan bentuk ramping memanjang. Moncong dan mulutnya panjang dengan rahang atas sedikit lebih panjang dibandingkan dengan rahang bagian bawah. Warna badannya perak sedangkan sirip transparan. Ekornya bercabang dan terdapat bintik hitam pada pangkalnya. Pada pencahayaan tertentu Hujeta gar dapat memunculkan warna pelangi emas atau biru.
 
Gambar 1. Hujeta Gar (Ctenolucius hujeta)
 

Hujeta gar merupakan ikan asal Amerika Selatan dan Tengah yaitu di Rio Magdalena, Columbia. Selain itu, dijumpai juga di Panama dan Venezuela. Di habitat aselinya, ikan ini kerap dijumpai sedang memburu mangsanya dalam suatu kelompok berjumlah banyak.

Hujeta gar merupakan predator, oleh karena itu, ia hanya bisa dicampur dengan ikan lain yang ukuran tubuhnya lebih besar. Seperti kebiasan ikan predator, mereka tidak akan memangsa (mengabaikan) ikan yang ukurannya tidak mungkin untuk ditelannya.

Untuk hidupnya diperlukan pH pada selang 6.5 - 7.5, 5 - 20 dH, dan selang temperatur 23 - 27 °C.

Hujeta gar dapat tumbuh hingga mencapai panjang 70 cm.

Pakan: berupa pakan hidup, seperti; ikan, cacing, dan serangga besar.

Jenis Kelamin: Hujeta betina memiliki ukuran lebih besar dibandingkan dengan jantan, dan pada masa kawin betina akan memiliki perut lebih buncit. Pinggiran sirip anal jantan tampak berjumpai, sedangkan sirip anal betina rata.

Breeding: Breeding biasanya berlangsung pada suhu air 25 - 28°C. Setelah berkasih-kasih telur akan disebarkan di permukaan air, yang selanjutkan akan tenggelam dan menempel pada tanaman atau bebatuan. Untuk pemijahan biasanya dianjurkan untuk mencampurkan dua jantan dengan satu betina. Pemijahan biasanya akan berlangsung hingga 3 jam. Hujeta bisa memproduksi telur hingga 3000 butir. Telur akan menetas dalam waktu 1 - 2 hari. 

Burayak sudah akan berenang dalam waktu 4 - 5 hari. Mereka pada awalnya bisa diberi pakan berupa artemia, kutu air, atau rotifera. Setalah satu minggu dapat diberi pakan dengan ukuran lebih besar. Huteja muda perlu diberi pakan berapa kali dalam sehari, hal ini untuk mencegah terjadinya kanibalisme diantara mereka.

  

 

Kecuali disebutkan dengan jelas, seluruh tulisan, gambar, ilustrasi dan foto pada situs web ini dibuat oleh Wahyu Purwakusuma. Tidak diperkenankan mereproduksi seluruh maupun sebagian isi situs ini dalam bentuk maupun media apapun tanpa ijin tertulis dari O-Fish.com