Mereka ditemukan tengah berlarian dengan lincah bersama teman-teman sejenisnya; beberapa diantaranya tampak berkejar kejaran dengan spesies yang lebih besar. Terkadang bersembunyi di ceruk ceruk yang terbentuk oleh jejak kaki petani atau kaki kerbau beberapa hari sebelumnya. Mereka berlari di permukaan lumpur halus pada saluran tersier daerah persawahan di desa nagri kidul, Purwakarta (Gambar 1). Mereka adalah Lepidocephalus thermalis (Gambar 2) , salah satu jenis ikan loach yang dikenal sebagai Lesser loach.
Beruntung O-Fish masih bisa menemukan mereka di perairan lokal dalam jumlah relatif banyak. Dalam waktu kurang dari setengah jam O-Fish setidaknya berhasil mengumpulkan 15 ekor L. thermalis . Ditempat barunya mereka tampak berbahagia bercengkrama diantara tanaman Ricia fluitan (Gambar 3).
L. thermalis boleh dikatakan termasuk ikan asli Indonesia, meskipun demikian pernyebaran tidak melulu di Indonesia kerena mereka juga dijumpai di negara Asia Tenggara lainnya. Ikan ini termasuk carnivora, mereka memangsa hewan-hewan kecil seperti jenitk nyamuk, cacing atau udang-udangan renik. Meskipun demikian di akuarium mereka bisa menerima pakan kering, selama pakan tersebut tenggelam.
L. thermalis merupakan binatang malam, mereka aktif di malam hari.. Secara umum hidup di perairan dengan pH sekitar 7.0, dH 8 dan suhu air rata-rata 25°C. Mereka tumbuh hingga mencapai panjang 8 cm. Zona renangnya berada di dasar, mereka sering membuat lubang dan bersembunyi di dalam substrat. . Mereka termasuk pendamai. Untuk dipelihara dalam akuarium direkomendasikan agar setup akuarium dilengkapi dengan dekorasi tanaman air dan beberapa tempat persembunyian dari kayu atau bebatuan. Substrat sebaiknya berupa pasir halus berwarna gelap disertai dengan bebeberapa batu pipih diatasnya.
FOTO PERBURUAN L. thermalis
|